Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Masih Tersisa 20 Persen

RATA TANAH: Puing-puing rumah warga Sumbermalang setelah disapu puting beliung.

Dana untuk Bantuan Korban Puting Beliung Alastengah

SUMBERMALANG – Dugaan dana bantuan pembangunan rumah untuk korban angin puting beliung di Desa Alastengah, Kecamatan Sumbermalang tidak diberikan seluruhnya kian menguat. Ini setelah sejumlah pihak yang menangani bantuan tersebut mengakui jika masih ada sisa dana yang belum dicairkan kepada masyarakat.

Fakta ini disampaikan Ketua LSM FIKRI Sumbermalang, Edy Susanto, kemarin. “Jadi setelah kita lakukan investigasi diakui memang masih ada sisa dana 20 persen. Masyarakat menginginkan dana itu segera dicairkan segera,” kata Edy Susanto.

Menurut pria yang menjabat sebagai Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Telogosari tersebut, sisa dana 20 persen didalihkan untuk persiapan jika sewaktu-waktu ada bencana lagi. Sebab, hingga kini angin kencang masih terus bertiup di Sumbermalang.

Satu sisi alasan tersebut cukup logis. Namun, demi kondusifnya masyarakat Alastengah, pihak kelompok sebaiknya segera mencairkan sisa dana yang 20 persen. Sebab, dengan hanya dicairkannya sebagian dana bantuan, masyarakat harus mencari pinjaman kesana kemari untuk menyelesaikan rumahnya.

“Mereka mengandalkan sisa dana bantuan segera cair. Makanya saat tidak cair, mereka langsung ramai dan berencana melakukan demonstrasi. Namun berhasil kita cegah dan hanya tiga orang yang ikut melapor ke Polres Situbondo,” papar Edy.

Sebab itulah, satu-satunya jalan untuk mengondusifkan masyarakat alas tengah adalah hanya dengan memberikan dana yang memang suda menjadi hak masyarakat. “Masalah nanti ada bencana lagi saya kira itu urusan lain, karena anggarannya memang untuk anggaran bencana yang sudah terjadi. Jadi tak perlu menunggu bencana lagi untuk mencairkan semua bantuan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 504 warga di Desa Alastengah, Kecamatan Sumbermalang yang menjadi korban amukan puting beliung mendapat bantuan dari pemerintah. Rinciannya, 50 rumah warga rusak berat dengan bantuan Rp 10 juta per orang. Sedangkan sisanya yang rusak ringan Rp 250 ribu.

Namun, ternyata dana yang sampai kepada masyarakat hanya sebagian. Itupun
diwujudkan dalam bentuk barang yang ketika ditaksasi nilainya tak sampai Rp 5 juta. Barang-barang bangunan yang diberikan adalah batu bata, seng, kayu dan triplek, serta semen. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE