sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aliran Sungai Gulung di kawasan Dam Pugak, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, mendadak dipadati warga pada Minggu petang (18/1).
Kerumunan warga terjadi setelah sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di aliran sungai, memicu rasa penasaran sekaligus keprihatinan masyarakat sekitar.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00. Kapolsek Glagah, AKP Edi Jaka Supa’at, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di wilayah hukumnya.
Begitu menerima laporan dari warga, petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).
ANGKAT MAYAT: Petugas gabungan lakukan evakuasi jenazah pria lansia yang tersangkut di Sungai Gulung, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Minggu (18/1). (POLSEK GLAGAH)
“Begitu menerima laporan dari warga, anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan TKP,” ujar AKP Edi Jaka.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Ahmad Gufron, 33, warga Desa Kampunganyar.
Saat itu, saksi tengah berada di sekitar aliran Sungai Gulung untuk mencari buah kelapa yang hanyut terbawa arus.
Ia kemudian melihat sesosok tubuh tersangkut di aliran sungai dan segera melaporkan temuannya kepada Kepala Desa Kemiren, yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Glagah.
Proses evakuasi jenazah tidak berjalan mudah. Posisi mayat yang tersangkut di aliran sungai membuat petugas membutuhkan bantuan tambahan. Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait.
“Evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari Polresta Banyuwangi, Polsek Glagah, Damkarmat Banyuwangi, Basarnas, serta dibantu masyarakat sekitar,” jelas AKP Edi Jaka.
Setelah melalui upaya bersama, sekitar pukul 18.50 jenazah berhasil dievakuasi dari aliran Sungai Gulung.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jenazah berjenis kelamin laki-laki, berusia lanjut, dengan kondisi tubuh sudah membengkak.
Page 2
Namun, dari hasil pemeriksaan luar tersebut, petugas medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Identitas korban baru terungkap pada malam harinya. Sekitar pukul 20.25, sejumlah warga Desa Tamansuruh datang ke RSUD Blambangan dan mengaku kehilangan salah satu anggota keluarganya.
Setelah dilakukan pencocokan ciri-ciri, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Raji, 84, warga Dusun Mondoluko, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.
“Pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah anggota keluarganya yang sebelumnya dilaporkan hilang,” kata AKP Edi Jaka.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui telah meninggalkan rumah sekitar tujuh hari sebelumnya.
Korban juga disebut memiliki kondisi pikun, sehingga diduga tersesat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran sungai.
Terkait tindakan medis lanjutan, pihak keluarga menyatakan secara resmi menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
Penolakan tersebut disampaikan melalui surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh cucu korban, Imam Dimyati.
“Kami menolak dengan ikhlas atas kematian almarhum dan menolak untuk dilakukan otopsi,” tulis pihak keluarga dalam surat pernyataan tersebut.
Setelah adanya pernyataan resmi dari keluarga, jenazah Raji kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Aparat kepolisian pun memastikan proses penanganan kasus berjalan sesuai prosedur dan situasi tetap kondusif. (ray)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aliran Sungai Gulung di kawasan Dam Pugak, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, mendadak dipadati warga pada Minggu petang (18/1).
Kerumunan warga terjadi setelah sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di aliran sungai, memicu rasa penasaran sekaligus keprihatinan masyarakat sekitar.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00. Kapolsek Glagah, AKP Edi Jaka Supa’at, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di wilayah hukumnya.
Begitu menerima laporan dari warga, petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).
ANGKAT MAYAT: Petugas gabungan lakukan evakuasi jenazah pria lansia yang tersangkut di Sungai Gulung, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Minggu (18/1). (POLSEK GLAGAH)
“Begitu menerima laporan dari warga, anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan TKP,” ujar AKP Edi Jaka.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Ahmad Gufron, 33, warga Desa Kampunganyar.
Saat itu, saksi tengah berada di sekitar aliran Sungai Gulung untuk mencari buah kelapa yang hanyut terbawa arus.
Ia kemudian melihat sesosok tubuh tersangkut di aliran sungai dan segera melaporkan temuannya kepada Kepala Desa Kemiren, yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Glagah.
Proses evakuasi jenazah tidak berjalan mudah. Posisi mayat yang tersangkut di aliran sungai membuat petugas membutuhkan bantuan tambahan. Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait.
“Evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari Polresta Banyuwangi, Polsek Glagah, Damkarmat Banyuwangi, Basarnas, serta dibantu masyarakat sekitar,” jelas AKP Edi Jaka.
Setelah melalui upaya bersama, sekitar pukul 18.50 jenazah berhasil dievakuasi dari aliran Sungai Gulung.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jenazah berjenis kelamin laki-laki, berusia lanjut, dengan kondisi tubuh sudah membengkak.








