Mencicipi Kupat Lodoh, Kuliner Khas Lebaran Desa Glagah

0
482

Tanpa Penyedap Rasa, Mampu Bertahan sampai Satu Bulan


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

HIDANGAN makanan berbahan ayam sepertinya memang tidak lepas dari tradisi kuliner masyarakat Banyuwangi. Mulai pecel pitik, rujak soto yang berisi ceker dan kepala ayam,  sampai ayam uyah asem. Di Desa Glagah, Kecamatan Glagah, ada kuliner olahan ayam yang mungkin tidak ditemukan di daerah lain.

Makanan tersebut menurut penduduk setempat hanya disajikan ketika bulan syawal, tepatnya untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri. Namun, untuk membuatnya, mereka biasa mempersiapkan sejak sepuluh atau lima belas hari sebelum hari raya.

Alasannya, supaya bumbu kupat lodoh itu meresap lebih lama, sehingga rasanya sangat enak ketika dihidangkan. Saat mengunjungi Dusun Kampung Baru di Desa Glagah pada hari ke-7 Lebaran, Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) sempat mencoba hidangan kuliner tersebut.

Saat dihidangkan, warga mengemasnya  dengan daun pisang yang dibentuk mirip wadah jenang sum-sum. Di sampingnya tentu saja adalah ketupat yang menjadi pelengkap dari kuliner kupat lodoh. JP-RaBa pun langsung mencicipi rasa makanan yang bergelimang dengan kuah berwarna kuning itu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last