Mencium Salib

0
166

menciumBANYUWANGI – Umat Kristiani sejagat, tidak terkecuali yang ada di Kabupaten Banyuwangi, merayakan Hari Paskah dengan menggelar Jumat Agung kemarin (29/3). Ritual keagamaan itu digelar di seluruh gereja di Bumi Blambangan. Sedikitnya 500 jemaat mengikuti Jumat Agung di Gereja Katolik Maria Ratu Damai di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi, sore kemarin. Selama perayaan tersebut berlangsung, para jemaat tampak khusyuk membaca doa.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Dipimpin Romo Pembantu RD Tiburtius Catur Wibawa, misa untuk perayaan Jumat Agung itu dimulai sekitar pukul 15.00. Hampir dua jam lamanya umat Kristiani membaca puja-puja kepada Tuhan dan dilanjutkan khotbah romo. Sebagai penutup misa tersebut dilakukan ritual cium salib. Dalam ritual ini, setiap jemaat maju untuk mencium salib secara bergantian. “Cium salib ini sebagai bentuk penghormatan kepada salib,” cetus Romo Pembantu Gereja Katolik Maria Ratu Damai, Banyuwangi, RD Tiburtius Catur Wibawa.

Penghormatan yang di lakukan para jemaat dengan mencium salib pada perayaan Jumat Agung tersebut, jelas Catur, di lakukan karena dengan salib itu, Yesus mampu mengalahkan dosa dan maut. “Ini salah satu bentuk penghormatan dari umat,” ujarnya. Menurut Tiburtius, perayaan Jumat Agung ini dalam rangka mengenang kembali saat Yesus di salib. Ketika disalib, Yesus sangat menderita dan sengsara. Semua itu, sebut dia, dilakukan demi menyelamatkan manusia dari segala bentuk dosa dan kejahatan. “Yesus disalib itu demi keselamatan umat,” cetus nya. (radar)

Loading...