Mumpung Masih Hidup, Saya Bisa Cerita Sebenarnya

0
1568
Vence Kandouw dan foto kenangan di rumahnya di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Lebih dari 50 tahun, EJ. Vence Kandouw tidak menceritakan identitasnya sebagai saksi sejarah. Dia ternyata salah satu anggota dari 12 orang pasukan yang ditugaskan untuk mengangkut para jenazah jenderal yang dihabisi PKI di sumur Lubang Buaya, Jakarta. Kini, setelah 52 tahun peristiwa itu berlangsung, purnawirawan KKO yang kini tinggal di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi itu ntulai membuka diri.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

FREDY RIZKI, Bnnyuwangi

LANGKAH tegap khas militer masih terlihat jelas dari gesture E.J. Vence Kandouw, 77, ketika wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi mengunjungi kediamannya tak jauh dari lampu merah Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Meski kini berusia 77 tahun, pria itu masih tampak cukup bugar. Vence yang sehari sebelumnya baru tiba dari Surabaya untuk mengunjungi salah satu rekan seperjuangan, langsung paham dengan kehadiran wartawan. Kami pun dipersilakan duduk di ruang tamu.

Tak banyak basa-basi. Vence yang merupakan salah satu dari 12 anggota pasukan katak pengangkut jenazah para jenderal korban Gestapu dari sumur Lubang Buaya itu, langsung mengambil beberapa dukumen pribadi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last