Musim Kemarau, Pesanan Genting Kian Meningkat

0
773
Hariyono, 41, menata genting yang selesai dicetak untuk dijemur di samping rumahnya.

MUNCAR-Musim kemarau dengan panas yang menyengat, ternyata menjadi berkah bagi sejumlah perajin genting asal Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Sebab, dengan panas dapat meningkatkan kualitas dan hasil produksi.

Salah seorang perajin genting, Hariyono, 41, mengaku selama musim kemarau ini dengan dibantu satu orang pekerja bisa menyelesaikan hingga 500 biji genting kering. Jika dibanding saat musim penghujan, paling banyak hanya bisa membuat sekitar 250 biji genting. “Kenaikannya sekitar 100 persen,” katanya.

Loading...

Meningkatnya kualitas produksi genting miliknya itu, terang dia, dipengaruhi cuaca panas, dan itu membuat permintaan juga meningkat. “Orang itu lebih suka beli genting saat musim kemarau seperti ini, apalagi harganya juga tidak naik,” ujarnya.

Jika musim penghujan, lanjut dia, harga genting itu cenderung lebih mahal, itu karena biaya produksi meningkat, seperti butuh tenaga ekstra untuk menjemur. Jika musim kemarau, genting bisa kering dalam waktu hanya dua hari. Saat musim hujan, kualitas juga kurang maksimal karena banyak yang retak-retak.

“Jika kurang jemuran, saat dibakar mudah pecah dan resikonya tinggi,” ujar Suwondo, 52, perajin genting lain asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2