Nelayan Sesalkan Anggaran IPAL Distop

0
397

MUNCAR – Buntut protes warga, proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, terpaksa dihentikan. Sejumlah elemen menyesalkan kebijakan tersebut. Salah satu yang angkat suara adalah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Ketua HNSI Banyuwangi, Hasan Basri mengatakan, masalah tersebut justru berisiko buruk terhadap mayoritas nelayan Muncar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dia mengaku kaget saat menerima informasi bahwa dana dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup tersebut ditarik. Padahal, IPAL Terpadu sejak lama menjadi idaman nelayan. ‘’Sangat ironis sekali,” sesal Hasan Basri. Menurut dia, proses pembangunan IPAL Terpadu tersebut sudah sesuai prosedur. Artinya, proses sosialisasi sudah dilakukan. ‘’Waktu itu, pertemuan di lokasi pembangunan IPAL. Sebelum TPI dibongkar, gak ada yang menolak,” jelasnya.

Loading...

Sebab itulah, dia mengaku terkejut jika penarikan anggaran sudah menjadi kesimpulan akhir. Hal itu justru menambah masalah bagi para nelayan. ‘’Laut sudah tercemar, pembangunan IPAL kok ditolak. Saya ini tidak ada tendensi apa-apa, cuma merasa prihatin,’’ pungkasnya. Hal senada diungkapkan Ketua Koperasi Nelayan Indonesia (Kopeneli) Muncar, Ali Imron. Selain menyesal, dia mengaku tidak habis pikir kenapa anggaran tersebut langsung dicabut. “Kok secepat itu ditarik, padahal masih banyak solusi,” katanya.

Sementara itu, penyetopan anggaran IPAL Terpadu di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, disambut gegap gempita warga. Puluhan warga mulai pria, wanita, hingga anakanak, kompak bersorak-sorak di lokasi proyek kemarin. Statemen Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuat warga benar-benar puas. Bagi mereka, perjuangan yang selama ini didengungkan tidak sia-sia dan terbukti berhasil.

Mereka tidak peduli jika protes tersebut berdampak luas bagi kelangsungan pembangunan proyek lain di Kecamatan Muncar. Salah seorang warga, Juwanto mengatakan, warga sangat senang setelah menerima kabar bahwa proyek itu dihentikan. Sebab, hal itu sesuai  apa yang diinginkan warga,terutama yang rumahnya berada di sekitar proyek. “Tadi, orang-orang sini baca koran. Semua senang,” terangnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2