Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Nenek Suliati Hilang Sejak Kamis Pagi, Diduga Tersesat di Kebun Wilayah Songgon Banyuwangi

nenek-suliati-hilang-sejak-kamis-pagi,-diduga-tersesat-di-kebun-wilayah-songgon-banyuwangi
Nenek Suliati Hilang Sejak Kamis Pagi, Diduga Tersesat di Kebun Wilayah Songgon Banyuwangi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Seorang nenek bernama Suliati, 61, warga Dusun Sroyo Barat, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, dilaporkan hilang sejak Kamis (15/1) pagi.

Nenek yang diduga menderita demensia tersebut hingga kini belum kembali ke rumah dan dikhawatirkan tersesat di area kebun sekitar tempat tinggalnya.

Kehilangan nenek Suliati pertama kali diketahui oleh pihak keluarga saat korban tak kunjung pulang setelah keluar rumah pada pagi hari.

Merasa khawatir, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalibaru untuk meminta bantuan pencarian.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi wilayah Kecamatan Songgon, Abdul Hadi, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga lupa jalan pulang saat keluar rumah.

93d9d53571624ab08e906e3cf799f97c-3576583

PENYISIRAN: Petugas gabungan mencari nenek, Suliati, 61, warga Dusun Sroyo Barat, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Kamis (15/1). (ABDUL HADI FOR RADAR BANYUWANGI)

Hal ini diperkuat dengan kondisi wilayah tempat tinggal nenek Suliati yang didominasi area perkebunan dan persawahan.

“Dugaannya nyasar di kebun dekat persawahan di daerah situ saja. Tapi karena wilayahnya cukup luas, sampai sekarang belum ditemukan,” kata Abdul Hadi.

Ia mengungkapkan, nenek Suliati memang memiliki riwayat sering keluar rumah dan lupa jalan pulang.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, korban biasanya diantar pulang oleh warga yang mengenalnya.

“Beliau sudah sering keluar rumah dan lupa jalan pulang. Biasanya ada warga yang mengantar. Informasi ini juga sudah disebarkan oleh Polsek Kalibaru,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Sejak dinyatakan hilang, warga Dusun Sroyo Barat bersama aparat desa dan relawan telah melakukan penyisiran di sekitar kebun, persawahan, serta jalur-jalur yang biasa dilalui korban.

Pencarian dilakukan secara intensif sejak hari pertama, baik pada siang maupun malam hari.

“Warga sudah melakukan pencarian siang dan malam. Tapi hasilnya masih nihil,” ujar Abdul Hadi.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Seorang nenek bernama Suliati, 61, warga Dusun Sroyo Barat, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, dilaporkan hilang sejak Kamis (15/1) pagi.

Nenek yang diduga menderita demensia tersebut hingga kini belum kembali ke rumah dan dikhawatirkan tersesat di area kebun sekitar tempat tinggalnya.

Kehilangan nenek Suliati pertama kali diketahui oleh pihak keluarga saat korban tak kunjung pulang setelah keluar rumah pada pagi hari.

Merasa khawatir, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalibaru untuk meminta bantuan pencarian.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi wilayah Kecamatan Songgon, Abdul Hadi, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga lupa jalan pulang saat keluar rumah.

93d9d53571624ab08e906e3cf799f97c-3576583

PENYISIRAN: Petugas gabungan mencari nenek, Suliati, 61, warga Dusun Sroyo Barat, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Kamis (15/1). (ABDUL HADI FOR RADAR BANYUWANGI)

Hal ini diperkuat dengan kondisi wilayah tempat tinggal nenek Suliati yang didominasi area perkebunan dan persawahan.

“Dugaannya nyasar di kebun dekat persawahan di daerah situ saja. Tapi karena wilayahnya cukup luas, sampai sekarang belum ditemukan,” kata Abdul Hadi.

Ia mengungkapkan, nenek Suliati memang memiliki riwayat sering keluar rumah dan lupa jalan pulang.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, korban biasanya diantar pulang oleh warga yang mengenalnya.

“Beliau sudah sering keluar rumah dan lupa jalan pulang. Biasanya ada warga yang mengantar. Informasi ini juga sudah disebarkan oleh Polsek Kalibaru,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Sejak dinyatakan hilang, warga Dusun Sroyo Barat bersama aparat desa dan relawan telah melakukan penyisiran di sekitar kebun, persawahan, serta jalur-jalur yang biasa dilalui korban.

Pencarian dilakukan secara intensif sejak hari pertama, baik pada siang maupun malam hari.

“Warga sudah melakukan pencarian siang dan malam. Tapi hasilnya masih nihil,” ujar Abdul Hadi.