Nginap di RSUD karena Camilan Seharga Rp 500

0
383
KERACUNAN: Indra Nurcahyo dirawat di RSUD Blambangan.
KERACUNAN: Indra Nurcahyo dirawat di RSUD Blambangan.

Dari 22 siswa SDN 1 Kemiren yang diduga keracunan keong goreng, yang paling parah adalah Indra Nurcahyo, 11. Bocah kelas empat itu terpaksa dilarikan ke RSUD Blambangan karena kondisinya terus merosot.
-AGUS BAIHAQI, Glagah-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

TUBUH Indra Nurcahyo tampak lemas. Dia tidur di sebelah selatan di ruang instalasi rawat darurat (IRD) RSUD Blambangan. Di hidungnya terpasang selang untuk membantu pernapasan. Sedang di tangan kiri, jarum infus menancap.

Petugas medis di rumah sakit pe-lat merah itu masih terus mengawasi bocah yang bernasib malang tersebut. Orang tuanya selalu mendampingi dengan raut wajah cemas. “Bocah ini sepertinya me-mang keracunan, tapi kondisinya terus membaik kok,” cetus dr. Kasih Widi Astuti yang menangani Indra.

Raut wajah Indra yang terbaring di ruang pemeriksaan IRD itu pucat. Tapi, dia masih bisa berkomunikasi dengan baik, mesti bica-ranya pelan-pelan. “Perut rasanya masih mual dan kepala pusing,” kata Indra saat ditemui wartawan koran ini. Dengan suara lirih, siswa kelas IV SDN 1 Kemiren, Kecamatan Glagah, itu mengisahkan, keracunan dialami para siswa di sekolahnya adalah setelah makan keong goreng.

Loading...

“Saya membeli dan makan keong goreng itu sekitar pukul 06.30,” ujarnya. Bersama beberapa temannya, Indra membeli keong goreng kepada SRL, teman satu kelasnya. Secara kebetulan, SRL diminta tantenya yang berinisial NHT menjualkan camilan itu. “Yang membeli teman-teman semua,” katanya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2