Nominasi Penerima Penghargaan IAD

0
482

raih-pBANYUWANGI – Kegiatan investasi di Banyuwangi tampaknya menjadi perhatian khusus Pemprov Jatim. Setelah tahun lalu berhasil meraih penghargaan Investment Award (IAD) 2013 kategori promosi investasi terbaik, tahun ini Banyuwangi kembali menjadi nominasi peraih penghargaan yang sama. Penilaian penghargaan Investment Award sudah memasuki tahap kedua. Tim penilai dari Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jatim sudah melakukan penilaian terhadap kinerja pengelolaan investasi di Banyuwangi pada Selasa dan Rabu lalu (22/4).

Tim itu terdiri atas lima orang. Selama dua hari, tim (BPMD) itu melihat secara keseluruhan aspek penilaian Investment Award. Menurut Ketua Tim Investment Award, Dr Sukesi MM, ada empat aspek yang dinilai tim, yaitu kelembagaan (struktur organisasi), pelayanan, promosi investasi, dan kinerja investasi. ”Beberapa aspek itu kami nilai. Kita menilai inovasi yang dilakukan Banyuwangi,” ungkap Sukesi.

Keunggulan investasi, kata Sukesi, akan menjadi kunci tim penilai. Keunggulan itu akan dinilai tersendiri apakah ada manfaatnya, kelanjutannya, dan apakah ada dukungan legal formal atau tidak. Untuk melihat keempat aspek itu, tim melakukan penilaian ke sejumlah pelayanan milik pemerintah daerah, di antaranya pelayanan perizinan, pelayanan kependudukan, infrastruktur pendukung, kawasan industri, dan regulasi investasi.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Abdul Kadir mengatakan, untuk memenuhi empat aspek itu, Banyuwangi telah menyiapkan semua data dan dukungan legal formal yang diperlukan. Penilaian kategori kelembagaan dan kategori pelayanan, BPPT melakukan pelayanan lebih cepat bagi penanam modal yang ingin berinvestasi. Sebagai promosi investasi, Banyuwangi tidak pernah diam dan terus menggelar even guna menarik investor datang ke Banyuwangi. ”Hasilnya, capaian investasi kita dari tahun-tahun terus meningkat,” sebut Kadir.

Pada Tahun 2012, nilai transaksi investasi yang masuk mencapai Rp 1,9 triliun, pada 2013 naik jadi Rp 3,38 triliun, dan pada 2014 naik lagi menjadi Rp 3,44 triliun.  Nilai investasi masuk pada 2015 hingga triwulan pertama mencapai Rp 655,4 miliar. Dari semua investasi itu, lanjut Kadir, yang paling banyak adalah sektor perdagangan dan perhotelan. ”Banyuwangi juga menyiapkan peraturan daerah (perda) pemberian insentif untuk investor. Raperda-nya sudah disepakati, kini sedang diproses agar disahkan Gubernur Jatim,” ujarnya.

Perda itu akan menjadi payung hukum untuk memberikan kemudahan kepada investor yang ingin menanamkan modal. Dengan perda itu, pemerintah daerah bisa memberikan sejumlah insentif kepada investor, seperti keringanan pajak daerah, pembangunan infrastruktur penunjang, dan beberapa insentif lain. “Dengan perda itu, kita harapkan investasi di Banyuwangi terus tumbuh, sehingga memberikan dampak kesejahteraan masyarakat,” harap Kadir. (radar)