Odontektomi Atasi Nyeri Kepala

0
182

odonDiakibatkan Impaksi Gigi


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG – Nyeri kepala yang diakibatkan impaksi gigi ternyata bisa diatasi dengan operasi odontektomi. Impaksi gigi atau gangguan tumbuh pada geraham bungsu ini sering menimbulkan keluhan yang sangat mengganggu aktivitas penderita. Seperti telinga berdenging, nyeri kepala berputar, bahkan disertai muntah-muntah. “Operasi Odontektomi bisa menjadi solusi keluhan ini,” ujar drg. Ronny Baehaqy, Sp.BM, dokter spesialis Bedah Mulut Rumah Sakit (RS) Al Huda Genteng.

Dijelaskan, kesehatan gigi dan mulut tidak lepas dari kesehatan tubuh secara utuh. Kesehatan gigi dan jaringan penyangganya, kata dia, sangat mempengaruhi satu sama lain. “Salah satu yang sering menjadi masalah adalah gigi geraham bungsu. Gigi ini pada umumnya tumbuh pada rentang usia 16- 22 tahun dan tidak semua geraham bungsu dapat tumbuh sempurna pada setiap orang,” jelasnya. Dia menambahkan, perbedaan (diskrepansi) panjang lengkung rahang dengan panjang lengkung gigi, akan terjadi kesulitan tumbuh (impaksi) pada geraham bungsu di rongga mulut. 

Loading...

“Kesulitan tumbuh tersebut dapat menyebabkan beberapa keluhan ataupun kelainan pada organ-organ tubuh lainnya,” paparnya. Yang paling sering menyebabkan nyeri kepala berupa migrain, tension headache, vertigo. Bahkan bisa menyebabkan kejang yang akan sangat mengganggu penderita. Masih menurut spesialis Bedah Mulut lulusan Unair ini, penanganan tepat untuk penderita impaksi gigi adalah dengan operasi odontektomi. Prosedur ini bisa dikerjakan dengan pembiusan lokal atau pembiusan total, terutama pada kasus yang sulit dan pada penderita dengan ambang rangsang nyeri rendah.

“Karena banyaknya komplikasi yang dapat terjadi pasca tindakan. Selayaknya tindakan ini dikerjakan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut,” tegasnya. Ronny menambahkan, perawatan pasca operasi relatif mudah, yakni dengan menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut serta mematuhi  instruksi pasca tindakan operasi. Pada umumnya, kata dia, pasien sudah bebas rasa nyeri pada hari kedua dan pembengkakan pada daerah operasi akan mulai hilang pada hari keempat pasca operasi. “Sehingga pasien bisa segera beraktifi tas dengan normal,” ujarnya. (radar)

Loading...