Ombak Menggila, Tiga Perahu Nelayan Tenggelam

0
358


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MUNCAR – Cuaca buruk melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya di kawasan pesisir Pantai Muncar. Ombak yang tinggi, membuat ratusan nelayan terpaksa berhenti melaut. Tiga kapal milik nelayan yang sedang bersandar tenggelam  kemarin (10/2).

Salah seorang nelayan, Darwin, 38, Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan  Muncar, mengatakan cuaca ekstrem sudah terjadi sejak sepekan lalu. Para nelayan memutuskan untuk tidak melaut dengan alasan keselamatan. “Ombaknya di pinggir  bisa dua meter, apalagi di tengah bisa lima meter,” ungkapnya.

Ombak yang tinggi itu, terang dia, para nelayan memilih lempar jangkar. Apalagi pada Kamis malam (9/2), jelas dia, sekitar pukul 22.00, ombak semakin menggila dengan ketinggian sekitar tiga meter. “Nelayan bingung semua,” cetusnya.

Loading...

Tidak sedikit dari nelayan yang memindahkan kapal dan perahunya dari Pantai Satelit ke sekitar dermaga Pelabuhan Muncar di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. “Kalau dibiarkan, kapal bisa rusak, tenggelam dan terseret ombak, ” katanya.

Meski para nelayan sudah berusaha mengamankan perahu dan kapalnya, tapi gara-gara ombak besar itu tiga perahu fiber milik nelayan tenggelam. Ketiga perahu  itu milik Arif, 32; Mahfud, 53, dan Siswanto, 30, semuanya warga sekitar pelabuhan Satelit, Dusun Palurerejo, Desa Tembokrejo.

“Masih selamat, kapal hanya tenggelam di pinggir dan masih terikat tali,” ungkap Siswanto, salah satu pemilik perahu.  Perahu yang tenggelam itu juga  tidak mengalami kerusakan yang  berarti. Untuk menghindari terjangan ombak susulan, perahu akhirnya diangkat ke daratan. Semalaman, nelayan di Pantai Satelit  terus waspada mengingat cuaca  tidak membaik.

“Semalaman kami tidak tidur, perahu itu aset berharga bagi keluarga kami,” cetusnya.  Hingga Jumat pagi (10/2), ombak masih cukup tinggi. Beberapa kali ombak menghantam plengsengan  yang berada di tepi laut. Para nelayan juga masih waspada dengan tetap memantau kondisi perahunya.

“Ombaknya kasar, dan itu sangat  berbahaya jika memaksa melaut,”  pungkas Siswanto. (radar)

Loading...

Baca Juga :