Omzet Asongan Meningkat Pesat

0
359

SEMENTARA itu, antrean kendaraan di pelabuhan Ketapang selama empat hari, ternyata membawa berkah bagi para pedagang asongan di sekitar pelabuhan. Omzet mereka melesat naik hingga 300 persen ketika antrean terjadi. Banyaknya pembeli itu ternyata dimanfaatkan sebagian penjual nasi bungkus itu untuk menaikkan harga. “Kita naikkan pembeli masih cukup tinggi,” cetus Hambali, salah satu penjual nasi bungkus di Pelabuhan Ketapang. 


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

omsetSelama musim liburan Natal dan Tahun Baru 2013, Hambali menaikkan harga nasi Rp 1.000 per bungkus. Bila hari biasanya itu harga nasi bungkus hanya Rp 5.000, kini harganya naik menjadi Rp 6.000 per bungkus. “Hasilnya lumayan,” kata warga Desa Ketapang itu. Hambali menyebut, nasi bungkus yang terjual biasanya hanya sekitar 60 hingga 70 bungkus per hari. Tapi pada musim liburan ini, nasi bungkus dagangannya laku hingga 200 bungkus per hari.

Loading...

Pedagang lainnya, Cepuk Pujiyati juga mengaku panen pada musim liburan kali ini. Bila biasanya nasi bungkus yang dijual hanya sekitar 50 bungkus per hari Beberapa hari terakhir ini, dagangannya laku hingga 300 bungkus per hari. “Ya syukurlah,” tuturnya. Meski pembelinya naik drastis, Cepuk mengaku tidak menaikkan harga nasi bungkus tersebut. Hingga saat ini, nasi bungkus yang diproduksi sendiri itu tetap dibanderol Rp 5.000 per bungkus. “Saya tidak menaikkan, harganya tetap,” cetusnya.

Sementara itu, pedagang asongan lainnya pun ikut banting setir berjualan nasi bungkus selama musim liburan ini. Seperti yang dilakukan Rahmat, pedagang asongan yang biasanya hanya menjual aneka minuman di pelabuhan. “Lakunya tidak banyak, sehari hanya terjual 50 bungkus,” katanya.( radar)