Pameran Lukisan Diserbu Pengunjung

0
127

pengunjung-menyaksikan-lukisan-yang-dipamerkan-di-gedung-wanita-paramita-kencana

Sakit, Yadi Datang Naik Kursi Roda

BANYUWANGI – Pameran seni lukis dan seni patung yang berlangsung di Gedung Wanita Paramitha Kencana dipadati pengunjung. Mereka  ingin melihat langsung pameran lukisan yang diikuti 126 pelukis  tersebut. Pelajar tak ketinggalan menyaksikan pameran yang mengusung  tema “Ampag-ampag Perupa Banyuwangi” tersebut.

Perupa yang ikut pameran dari berbagai daerah. Ada yang dari Banyawangi, Bali, Gresik, Surabaya, Semarang, dan Jember. Lukisan yang dipamerkan juga berkelas. Bahkan, pelukis kenamaan Banyuwangi, Mozes Misdy, juga ikut memamerkan karyanya.

fajar-suasana-menyalami-s-yadi-k-disaksikan-ketua-dkb-samsudin-adlawi

Kali  ini Mozes mengusung lukisan berjudul “Air Terjun”. Perupa lain, S. Yadi K, tak mau ketinggalan. Dia memamerkan goresan kuasnya berjudul “Pohon Jambu Hutan Pantai Merah”. Yadi yang baru  keluar dari rumah sakit menyempatkan diri meng hadiri pembukaan   pameran yang berlangsung Selasa malam kemarin (6/12).

Kedatangan Yadi itu disambut haru teman-temannya sesama perupa. Usai pembukaan, Yadi yang duduk di kursi roda sempat  berkeliling untuk menyaksikan  karya-karya yang dipamerkan.  Sesekali dia bercanda dengan  Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Samsudin Adlawi,  dan Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Fajar  Suasana.

“Pak Yadi baru saja keluar dari rumah sakit. Kita senang beliau hadir dalam pembukaan pameran. Pameran ini  kita gelar sebagai bentuk kepedulian terhadap Mas Yadi,’’ ujar  ketua panitia pemeran, Ilyasin. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, ratusan lukisan yang dipamerkan memang berkelas.

Lukisan tersebut tidak hanya didominasi pelukis pemula,  pelukis senior juga terlibat dalam  pameran dalam rangka menyam- but Harjaba tersebut. Pematung senior asal Banyuwangi yang  bermukim di Jakarta, Suhartono,  juga ikut memamerkan karyanya.

Tak ketinggalan, Huang Fong, perupa Banyuwangi yang tinggal di Bali juga hadir sekaligus memajang karyanya. Yasin menambahkan, satu perupa (pelukis) menampilkan satu  karya terbaiknya. Total seniman  yang turut serta berjumlah 126   orang.

“Di akhir pameran (tanggal 10 Desember) kita gelar lelang lukisan,’’ tandas Ilyasin.  Selain lukisan, panitia juga   memamerkan karya-karya foto  putra Blambangan. Hasil jepretan fotografi yang tergabung dalam  Banyuwangi Photography Community (BPC) itu cukup memukai  pengunjung. Ada foto kawah  Ijen, pemandangan laut, Gandrung Sewu, tradisi Kebo-keboan, dan orang memikul belerang.

“Karya foto teman-teman lumayan bagus. Kita beri semangat kepada fotografer muda untuk memamerkan karyanya,’’ ujar John Rahmatullah, dedengkot BPC. (radar)

Loading...