Pancasila Bukan Ilmu tapi Norma

0
303

Orang yang nilai kuliah Pancasilanya bagus dan hafal Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang penjabaran kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan, menjadi sia-sia ketika dalam kehidupan sehari-hari dia tidak mencerminkan pribadi yang baik. Kasus korupsi yang merajalela di negeri ini seolah sudah menghianati nilai-nilai Pancasila yang seharusnya diamalkan dalam kehidupan berbangsa. Selain itu, masalah lain yang juga menghianati nilai-nilai Pancasila adalah membiarkan anak-anak Indonesia putus sekolah karena tidak ada biaya.

Tidak bergaya hidup mewah, bersikap adil, dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum adalah beberapa dari pengamalan sila kelima Pancasila. Akan tetapi, apakah semua butir itu sudah berjalan dengan baik di Indonesia? Sudah saatnya kita menempatkan Pancasila sebagai norma sekaligus pribadi bangsa seperti yang tertuang dalam lirik lagu Garuda Pancasila karya Sudharnoto. Selain itu, jika kita mau menganalisis dan mengimplementasikan tiap sila Pancasila, maka akan tergambar nilai-nilai Pancasila yang mulai luntur.

Kini semua sila dalam Pancasila seolah sudah tidak dijadikan dasar atau landasan dalam menentukan langkah dalam berbangsa dan bernegara. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang merupakan sila pertama dalam Pancasila mengandung beberapa butir yang salah satunya berbunyi “saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya” . Jika butir ini hanya dilihat sebagai ilmu, maka hanya akan terekam dalam otak kita.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
BNPB Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana di Banyuwangi