Beranda Sosial Panjer Kiling, Tradisi Oseng yang Masih Eksis

Panjer Kiling, Tradisi Oseng yang Masih Eksis

0
2413


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Warga Oseng dikenal sebagai masyarakat agraris yang hingga kini masih menampakkan tradisi masa lalunya.  Salah satu tradisi itu adalah panjer kiling. Hingga kini, salah satu warisan tradisi arsitektur agraris tersebut masih  berkembang di kalangan masyarakat.

Panjer kiling merupakan tradisi kearifan lokal yang masih bertahan dan diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang. Di dalam bahasa Oseng, manjer atau panjer artinya ’penyangga yang terbuat dari batang bambu besar’.

Didirikan di area persawahan dengan tinggi sekitar lima hingga sepuluh meter. Sedangkan kiling artinya ’kincir angin’. Dalam bahasa Jawa kiling artinya kitiran. 

Manjer kiling maksudnya mendirikan kincir angin dengan penyangga yang terbuat dari bambu besar. Manjer kiling merupakan tradisi masyarakat Oseng dengan mendirikan kincir angin di tengah sawah.

Kiling terbuat dari bilah kayu yang dipasang pada batang bambu yang tinggi. Kiling menimbulkan suara gemuruh jika tertiup angin. Alat ini digunakan untuk mengusir burung di tengah sawah.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

error: Uppss.......!