Pasar Modal Menggiurkan

0
503
PEMBICARA: Kepala Divisi Pemasaran PT BEI, Isharsaya, dalam seminar di auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) kemarin.

BANYUWANGI – Prospek bursa efek di Indonesia cukup menjanjikan. Setidaknya itu tampak dari tren dan indikator yang menunjukkan perkembangan positif pasar tempat jual-beli transaksi permodalan. Selain indeks yang terus melejit, nilai uang yang tercatat juga menunjukkan grafik peningkatan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Indeks harga saham gabungan Indonesia mengalami peningkatan dalam 3 hingga 5 tahun terakhir. Keberadaannya mampu menempatkan bursa efek Indonesia ini menduduki ranking tiga hingga lima besar dunia. Sejalan dengan itu, nilai transaksi keuangannya pun juga turut terkatrol.

Loading...

Bila dalam kurun waktu tersebut nominal transaksi hanya mencatatkan pada kisaran miliaran rupiah saja. Kini total transaksi sudah mencapai angka triliunan rupiah. “Triliun itu nolnya 12 kan,” ujar Isharsaya, Kepala Divisi Pemasaran PT BEI dalam seminar nasional Peranan Perguruan Tinggi dalam Perkembangan Pasar Modal Indonesia di auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), kemarin.

Isharsaya menambahkan, prospek bursa di Indonesia cukup terbuka. Apalagi sampai saat ini tercatat baru 500 ribu saja investor yang bermain di sektor ini dari seluruh penduduk Indonesia. Bahkan untuk pialang di bursa baru mencapai 120 saja. Ini artinya ke depan keberadaan lantai bursa cukup menjanjikan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur PT Reliance Securities Hosea Nicky Hogan juga memberikan beberapa arahan sebelum terjun ke dunia bursa efek. Nicky membagikan 12 trik untuk sukses menekuni dunia pasar modal. Dia meminta sebelum terjun ke dunia pasar modal untuk pahami seluk beluk terkait pasar modal. Selanjutnya segera cari tahu tentang pialang yang akan ditunjuk untuk sebagai mitra kerja. ”Setelah itu tetapkan tujuan jangka panjang dalam kegiatan ini. Investasi jangka panjang cenderung memberikan imbal balik yang lebih baik,” tuturnya.(radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2