Pembacok Siswi Dibawa ke Psikiater

0
400
KENANGAN : Mendiang Putri saat masih dirawat di RSUD Blambangan beberapa hari lalu. Hari ini, tersangka pembacok siswi MTs tersebut rencananya akan menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Blambangan.

KALIPURO – Aparat Polsek Kalipuro tidak mau terkecoh dengan pengakuan nyeleneh yang disampaikan Imam Wahyudi, 33, tersangka pembacokan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Gombengsari, Putri Citrasari, 14, hingga meninggal dunia.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setiap diperiksa polisi, Wahyudi yang tinggal di Afdeling Tetelan, wilayah Perkebunan Kaliklatak, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro itu selalu mengaku tidak sadar saat membacok korban. “Pengakuannya itu karena penyakit epilepsinya kambuh,” cetus Kapolsek Kalipuro AKP Sudarsono.

Karena penyakitnya itu kambuh, jelas dia, tersangka mengaku seperti kehilangan kesadaran. Saat melihat korban, seperti melihat genderuwo yang harus dimusuhi. “Pengakuan tersangka ini cukup aneh. Senin (hari ini, Red) kita
bawa ke RSUD Blambangan untuk diperiksa ke psikiater,” katanya. Dari hasil konsultasi yang dilakukan pada petugas medis, jelas dia, penderita epilepsi itu sebenarnya tidak bisa mengamuk.

Bila penyakit tersebut kumat, penderita biasanya ambruk dan dari mulutnya keluar busa. “Dari keterangan saksi, saat kejadian mulut tersangka tidak ada busanya,” ungkapnya. Kapolsek Sudarsono mengaku sudah banyak memanggil warga untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Di antara saksi yang diperiksa, juga menyebut kalau tersangka ini tidak mengalami kelainan jiwa. “Kata para tetangga, tersangka ini normal kok,” sebutnya.

Keterangan sejumlah saksi yang menyebut tersangka ini normal, juga diakui oleh kapolsek. Selama diamankan di polsek, duda ini tidak menunjukkan kelakuan yang aneh. Bahkan, juga cukup lancar saat diajak komunikasi. “Kita ajak bicara normal dan tidak ada tanda-tanda kelainan jiwa,” cetusnya.

Meski demikian, polisi masih menganggap perlu membawa tersangka Imam Wahyudi ke psikiater. Pemeriksaan itu dilakukan, untuk memperkuat proses hukum yang akan dilanjutkan. “Kasusnya ini jalan terus, untuk memperjelas kejiwaan perlu dibawa ke psikiater dulu,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Afdeling Tetelan, wilayah Perkebunan Kaliklatak, Kelurahan Gombengsari sempat geger.

Putri Citrasari yang berangkat ke sekolah, tiba-tiba dihadang dan disabet celurit oleh Imam Wahyudi. Akibat bacokan itu, korban yang tinggal di Afdeling Joyn Winangan, Kelurahan Gombengsari, ini mengalami luka yang cukup serius di kepala dan bahunya. Setelah sempat dirawat intensif selama dua hari di RSUD Blambangan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.(radar)