Pemberdayaan PKL Melalui Wisata Kuliner

0
402

BISNIS kuliner semakin menjanjikan. Apalagi, bila dikemas dengan sajian-sajian yang unik dan menarik; baik menyangkut aneka makanan yang disajikan, cara menyajikannya, layout lokasi, maupun aneka acara yang digelar untuk menarik pengunjung.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Terlebih lagi, bila bisa memadukannya dengan aneka kegiatan entertainment yang membuat pengunjung makin betah berlama-lama sambil menikmati makanan. Fasilitas tambahan itu bisa berupa arena bermain anak-anak, kolam pancing, live music , galeri seni, fasilitas hotspot untuk berselancar di dunia maya, sulap, lawak, tari-tarian, dan lain-lain.

Perkembangan perkulineran Indonesia yang cukup pesat harus bisa ditangkap dan dikembangkan sebagai sebuah komoditas yang bisa mengangkat kesejahteraan rakyat. Baik itu dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, pengusaha, pihak perbankan, maupun aparat pemerintah dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Termasuk, bagaimana masyarakat mengeksplorasi aneka makanan khas daerah dan pemerintah menyediakan tempat berjualan.

Terlebih lagi, bila tempat dan aneka makanan yang dijual sangat representatif dan variatif, pasti akan menjadi jujugan dan pilihan masyarakat. Apalagi, acara santap-makan di luar rumah bagi sebagian keluarga kini tidak hanya sekadar untuk memenuhi rasa lapar dan dahaga. Lebih dari itu, suasana makan di luar rumah diharapkan bisa menjadi sarana refreshing yang menyenangkan bagi keluarga. Untuk memenuhi semua keinginan itu, pemerintah dan investor perlu menyediakan banyak lokasi wisata kuliner.

Sejatinya, banyak pihak yang akan diuntungkan bila wisata kuliner ini bisa dipusatkan di beberapa lokasi. Terlebih lagi, bila yang diberdayakan berjualan makanan adalah masyarakat kecil dari komunitas pedagang kaki lima (PKL). Terutama, mereka yang selama ini telah berjualan makanan dengan membuka bedak atau rombong di pinggir jalan. Termasuk, para PKL yang ditertibkan Satpol PP karena dianggap melanggar peraturan karena berjualan di trotoar.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last