Pemkab Banyuwangi Kucurkan Rp 1,36 Miliar untuk Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

0
645


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengembangkan sekolah inklusi. Kini, terdapat 217 sekolah inklusi tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi dari berbagai tingkatan, mulai TK hingga SMA.

Sekolah inklusi adalah layanan pendidikan yang menyertakan semua anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), dalam proses pembelajaran yang sama. Di Banyuwangi, program tersebut diberi nama ”Agage Pinter”, dalam bahasa setempat artinya “Cepat Pintar”.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, lewat program ini, ABK bisa belajar di sekolah reguler sebagaimana pelajar yang lain. Program ”Agage Pinter” dimulai sejak 2014 di mana semua sekolah dilarang menolak pendaftaran dari ABK dan anak penyandang disabilitas, khususnya yang dekat dengan lokasi rumah anak tersebut.

“Kini, setiap ABK mudah mendaftar di semua sekolah. Tidak lagi harus di Sekolah Luar Biasa, karena ketika dikotak-kotakkan lembaga sekolahnya, justru menghambat sosialisasinya di masyarakat,” kata Anas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last