Pemusik Jalanan Adu Bakat

0
366

BANYUWANGI-Sebanyak 40 grup musisi jalanan akan beradu talenta dan kemampuan dalam Festival Musik Jalanan 2012. Acara dalam rangka hari ulang tahun pertama Tabloid Suksesi Memorandum, Jawa Pos Group itu digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Sri Tanjung, Banyuwangi, pada 6-7 April 2012.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain trofi juara, panitia juga menyediakan hadiah dengan total nilai Rp 3,5 juta. Choiri Kurnianto, Kepala Biro Suksesi Banyuwangi mengatakan, lomba tersebut merupakan wadah bagi pemusik pemula. Bukan untuk musisi lokal yang berpengalaman, pernah masuk dapur rekaman, atau musisi yang ikut grup band ternama.

“Kami ingin memberi wadah untuk menumbuhkembangkan musik bernuansa sosial,” kata pria yang akrab disapa Coy itu, kemarin (1/4). Panitia sengaja memilih lagu wajib ciptaan penyanyi Iwan Fals, karena dinilai memberi aspirasi
bagi masyarakat. Sedangkan, para juri dipilih dari kalangan musisi yang kredibel. Di antaranya, Berto Lomius Dias Boeloerditti, pemecah rekor Museum
Rekor Indonesia (MURI) dan pencipta lagu asal Banyuwangi, yang aktif dalam Institut Kesenian Jalanan Indonesia (IKJI) dan PGT.

Loading...

Selain itu, Agus Rothem, kru band GSC dan Palarege. “Ada juga Pak Nasikin, juri penyanyi senior yang pernah beken di era 70-an,” sebutnya. Dijelaskan, peserta dibatasi 40 grup saja. Satu grup terdiri dari tiga orang. Mereka akan dijaring 10 besar untuk berlaga dalam final. “Juri akan menetapkan juara 1, 2, dan 3. Ada juga dua juara harapan, favorit, the best pemusik dan vokal,” beber Coy.

Rencananya, festival itu akan dihelat rutin setiap tahun. “Pelajar boleh ikut. Daftar ulang segera grupmu dengan menyerahkan formulir pendaftaran, pada hari Kamis (5/4) dan Jumat pagi (6/4),” timpal Agus Rothem.(radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2