Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Cerita Ressa Rela Bonceng Tiga bersama Teman demi Cari Bukti untuk Yakinkan Dirinya Anak Artis Denada

cerita-ressa-rela-bonceng-tiga-bersama-teman-demi-cari-bukti-untuk-yakinkan-dirinya-anak-artis-denada
Cerita Ressa Rela Bonceng Tiga bersama Teman demi Cari Bukti untuk Yakinkan Dirinya Anak Artis Denada

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano (24) tengah duduk sendiri di kantin Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Kamis (22/1/2026).

Ia tengah menunggu jadwal sidang gugatan yang diajukan kepada artis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atas perbuatan melawan hukum terkait dugaan penelantaran anak.

Ressa yang mengklaim sebagai anak Denada meminta diakui.

Ressa mengaku bahwa gugatannya bukan tak berdasar. Ia mengetahui bahwa dirinya merupakan anak sang artis sejak mengalami pembullyan, bahkan saat dirinya masih duduk di sekolah menengah pertama.

Baca juga: Artis Denada Kembali Tak Hadiri Sidang Gugatan Ressa, Agenda Mediasi Ditunda Lagi

Kala itu, Ressa diisukan sebagai anak yang tak jelas asal usulnya, membuatnya tertekan dan menanggung malu.

Ia pun kemudian berupaya mencari tahu dengan mengawali dari keluarga dekat yang 24 tahun lalu bersama dalam satu mobil dari Jakarta ke Banyuwangi, saat Denada memberikan Ressa kepada keluarganya untuk dirawat.

“Saya tanya semua keluarga yang naik mobil saat itu, tidak ada yang mau bilang,” kata Ressa.

Tekat Ressa berapi-api, nalurinya mengatakan bahwa ia harus mencari tahu sendiri meski peluang tampak tertutup.

Ia akhirnya menemukan seseorang yang menjadi saksi dan berperan sebagai sopir di mobil yang membawanya dari Jakarta ke Banyuwangi.

Baca juga: Denada Absen Mediasi, Bagaimana Kelanjutan Gugatan Rp7 Miliar?

Seseorang yang tak disebutkan namanya itu tinggal di wilayah Kecamatan Licin.

Ressa yang telah lulus SMA, diantar dua temannya nekat berkunjung ke sana dengan satu motor.

“Sampai sana saya ketemu, orangnya kaget, nangis,” tutur Ressa.

Dari seseorang yang kini telah meninggal dunia itu, Ressa mengatakan bahwa ia akhirnya mengetahui bahwa dirinya merupakan anak Denada, namun hal tersebut tetap disimpannya rapat-rapat.

Meski diakuinya sedih, ia tetap menjalani hubungan dengan Denada sebagaimana saudara sepupu dan memanggil ibunya itu dengan sebutan “Mbak”.

Baca juga: Kuasa Hukum Ressa: Denada Keberatan dengan Nilai Ganti Rugi Rp 7 Miliar

Setelah bertahun-tahun menyimpan, Ressa kemudian mengutarakan permintaannya untuk diakui, namun Denada bergeming dan mengatakan bahwa Ressa adalah adiknya, bukan anaknya.

Ressa yang sakit hati atas hal tersebut kemudian memutuskan untuk menggugat Denada ke PN Banyuwangi dengan nilai gugatan mencapai Rp 7 miliar.

Sementara itu, Denada kembali absen dalam sidang yang digelar hari ini dengan agenda mediasi ketiga.

Denada yang berganti kuasa hukum meminta perpanjangan waktu mediasi hingga sepekan ke depan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang