Pengenalan Sekolah Diisi Hataman Quran

0
137

BANYUWANGI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banyuwangi dalam mengisi masa pengenalan lingkungan sekolah atau yang sering disebut MOS kepada siswa baru diisi dengan berbagai gemblengan ilmu yang mendidik. Karena masa perpindahan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sangat berbeda di MAN Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Serangkaian acara dilaksanakan oleh sekolah yang berlokasi di Jalan Tengiri nomor 1 ini. Tidak hanya melibatkan siswa baru, tetapi siswa kelas XI dan XII termasuk para guru juga ada didalamnya. Untuk para guru, di MAN Banyuwangi dilaksanakan workshop sehari yang diikuti oleh 62 guru MAN Banyuwangi dan 32 guru Aliyah swasta lainnya.

Dalam workshop tersebut, guru dibekali tentang bedah SKL dan KTSP, termasuk prediksi-prediksi Ujian Nasional (UNAS) mendatang. Hal tersebut bertujuan agar pengajar di MAN Banyuwangi bisa lebih mempersiapkan diri untuk mencetak anak didiknya yang lebih baik, dan lebih berkualitas. Baik bidang akademik maupun rohani. Terutama untuk menyongsong Unas bagi kelas XII.

Sementara itu, untuk kelas X atau siswa yang baru, dibekali dengan berbagai ragam pengetahuan yang berguna saat mereka belajar di MAN Banyuwangi. Tidak ada sama sekali unsur perpeloncoan atau semacamnya. Bahkan, penutupan masa pengenalan bagi siswa baru ditutup dengan sebuah acara yang sangat bernilai. Acara yang dilaksanakan Sabtu (14/6) lalu berlangsung di halaman MAN Banyuwangi.

Diawali dengan hataman Alquran oleh siswa kelas X, dimana lebih dari 20 kali hatam. Hal ini dikarenakan seluruh siswa baru yang berjumlah 397 siswa membaca ayat suci Alquran secara bergantian dan bergiliran. Malam harinya, dengan kakak kelasnya, kelas XI dan kelas XII serta seluruh guru dan karyawan MAN Banyuwangi me-ngikuti acara pelatihan SQ.

Pelatihan ini memiliki tujuan untuk memotivasi dan membersihkan diri dari semua kesalahan yang telah dilakukan. Sedangkan nara sumber pelatihan SQ adalah M Farid dari Genteng. Menurut kepala MAN Banyuwangi, Drs Muh Anwar, MPdI, MAN Banyuwangi akan terus melestarikan kebiasan yang baik yang sudah ada, dan selanjutnya akan terus mengembangkan MAN Banyuwangi untuk mencetak lulusan yang cerdas berakhlak mulia. “Sesuai dengan visi misi sekolah,” tegas Anwar. (radar)

Loading...