Beranda Ekonomi Penggembala Lebah Madu di Lereng Gunung Ijen

Penggembala Lebah Madu di Lereng Gunung Ijen

0
979

seringSering Disengat, Merasa Lebih Kebal Penyakit


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pada musim di mana tidak banyak tumbuhan berbunga, itulah saat paling sulit yang harus dilalui para peternak lebah madu. Selain lebah tidak mampu menghasilkan madu, para peternak juga harus memberi asupan makanan tambahan untuk kumpulan tawon tersebut.

SUHU di pusat Kota Banyuwangi begitu panas siang itu (6/4). Terik sinar matahari membuat saya yang tengah berkeliling pusat Kota Gandrung harus rela mandi peluh. Setelah meneguk dua mangkuk es Manado, pikiran pun langsung sudah fresh. Agar lebih fresh, kami ingin mendapatkan udara yang lebih fresh dengan perjalanan menuju kawasan Gunung Ijen.Sesampai di simpang tiga yang hanya berjarak sekitar 20 meter menuju pintu gerbang Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, saya membuka kaca helm dan langsung mengarahkan pandangan ke langit.

Ternyata, langit yang dari pusat Kota Banyuwangi beberapa menit sebelumnya tampak sangat cerah, kini sudah diliputi mendung pekat. “Kalau di sekitar lereng gunung seperti ini, memang sering mendung. Bahkan nyaris setiap hari,” kata rekan saya. Entah kenapa, rasa panas yang dari tadi saya rasakan, baru hilang   setelah menyadari bahwa di lokasi tersebut cuaca tidak sepanas di jantung kota Banyuwangi Sebaliknya, begitu tahu cuaca di sekitar lereng Gunug Ijen mendung, suhu udara yang saya rasakan seketika berubah menjadi dingin.

Kami pun meneruskan perjalanan ke puncak seraya menikmati jalanan yang begitu sejuk plus hijau pemandangan kebun kopi dan cengkih di lokasi tersebut. Tak lama kemudian, kami mendapati ratusan kotak kayu tertata rapi di sebelah kiri jalan. Namun sayang, tidak ada satu orang pun kami temukan di sekitar kotak yang di sekelilingnya banyak lebah beterbangan, itu. Kami terus melanjutkan perjalanan menuju ke arah tanjakan Erek-erek.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!