Penutupan Pakem Diprotes

0
328
RAMAI: Warga sekitar mengikuti sosialisasi penutupan lokalisasi di balai pertemuan Pakem, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI – Puluhan penghuni lokalisasi Pakem, Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, mencak-mencak. Mereka menolak rencana penghentian operasional lokalisasi tersebut. Alasannya, mereka khawatir kehilangan sumber pendapatan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Penolakan atas penutupan lokalisasi itu terungkap dalam sosialisasi rencana penghentian operasional lokalisasi Pakem yang digelar Pemerintah Kecamatan Banyuwangi di aula Pakem kemarin (6/6). “Kami menolak penutupan tempat ini (lokalisasi Pakem, Red), karena di sinilah sumber penghasilan kami. Kalau tempat ini ditutup, bagaimana nasib anak-cucu kami,” ujar Uripah, 55, warga setempat.

Uripah berharap, sebelum melakukan penutupan, pemerintah terlebih dahulu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi seluruh warga yang menggantungkan hidup di tempat tersebut. “Boleh saja ditutup asalkan kami diberi pekerjaan yang layak,” pintanya. Dikonfirmasi di tempat yang sama, Pebdi Arisdiawan, tokoh masyarakat Kertosari, mengapresiasi langkah pemerintah yang beriktikad baik meminimalkan dampak negatif prostitusi, yakni penyebaran penyakit HIV/AIDS.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Wakil Gubernur Sumatera Utara Boyong Tiga Kepala Daerahnya ke Banyuwangi