Peragakan 15 Adegan, Begini Cara Bule Belanda Bunuh Mantan Istrinya di Banyuwangi

  • Bagikan
Foto: beritajatimcom

BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menggelar rekontruksi kasus pembunuhan seorang wanita oleh bule asal Belanda Hendrik Tibboel (56) di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (8/1/2020) pagi.

Dilansir dari beritajatimcom, dalam reka ulang pelaku yang biasa disapa Mister Hend tersebut memeragakan 15 adegan.

Adapun rekonstruksi dimulai dari pelaku menelpon korban Nur Khofiani (42) warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi untuk datang ke rumahnya.

Selanjutnya, korban masuk ke rumah pelaku dan memarkir motornya di ruang belakang rumah. Adegan keempat, korban masuk ke kamar bersama pelaku. Di dalam kamar ini terdapat ranjang, meja, televisi serta lemari yang berjajar.

Awal mula, pelaku menceritakan dirinya memanggil korban ke rumahnya. Ia bermaksud untuk meminta korban membayar utangnya.

“Dia bercerita kalau dia sudah bekerja di katering, saya senang. Terus saya minta datang dia untuk bayar uang yang dia pinjam. Karena saya butuh uang,” ujarnya saat rekonstruksi.

“Tapi, dia jawab mau bayar pakai ini (sambil nunjukin alat vital wanita). Kemudian, dia buka baju semuanya lalu tidur,” imbuhnya.

Sambil nonton tv, pelaku yang juga mantan suami korban ini sempat mengajak ngobrol. Dari percakapan itu dirinya merasa tersinggung.

“Di sini sambil minum Coca-Cola, saya ajak dia bicara soal uang malah dia tidur. Lalu, saya mondar-mandir bingung. Saya ambil kabel dan mencekiknya,” katanya.

Setelah dipastikan meninggal, pria ini juga sempat mengelap atau membersihkan busa di mulut dan darah di telinga korban. Lalu, dia biarkan terlentang dalam kondisi telanjang.

“Setelah itu, saya ambil jerigen berisi bensin dan lempar ke ruang belakang. Kemudian menyiram tubuh saya dengan bensin di ruang atas,” ucap Tibboel saat reka adegan di belakang rumah.

Hingga adegan terakhir, dirinya memanggil warga setempat untuk mengantarkan ke rumah sakit. Total ada 15 adegan yang diperagakan saat rekonstruksi tersebut.

“Dalam reka adegan ini ada 15 adegan, mulai dari korban datang, korban masuk, melakukan pembicaraan sampai tidur, hingga pelaku mengambil tali sampai terjadi pembunuhan tersebut,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: