Perajin Gintangan Ditinggal Karyawan

0
149

pengerajiROGOJAMPI – Para perajin bambu di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, mulai gusar. Kini para pengusaha kerajinan bambu tersebut merasa kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Sebab, para pemuda Desa Gintangan mulai meninggalkan usaha kerajinan yang sudah mengharumkan nama desa mereka itu. Saat ini mereka lebih senang bekerja di luar kota dengan harapan gaji lebih tinggi. “Sulit mencari tenaga produktif,” cetus salah satu pengusaha kerajinan bambu, Untung Hermawan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Menurut Untung, kini generasi muda di Desa Gintangan lebih senang bekerja di luar kota karena gaji yang didapat lebih tinggi. “Saya mengakui upah yang diterima cukup kecil,” katanya. Sistem pengupahan karyawan dalam bisnis kerajinan bambu, terang dia, adalah borongan. Dengan sistem seperti itu, penghasilan per hari sekitar Rp 50 ribu. “Menaikkan gaji sangat sulit karena harus menaikkan harga jual produk,” cetusnya. 

Pria dua anak itu berharap ada pihak ketiga yang mau membantu memecahkan persoalan yang sedang mereka hadapi. Untung juga berharap adanya bantuan alat yang bisa membantu proses penghalusan bambu, sehingga waktu produksi bisa dipangkas.”Bila ada mesin yang bisa membantu menghaluskan bambu, itu lebih baik,” ujarnya. Ditanya terkait permintaan pasar, Untung menyebut sampai saat ini permintaan pasar masih stabil. “Tetapi, kini pelanggan banyak yang pindah ke plastik,” terangnya. (radar)

Loading...