Petani Enggan Jual Gabah ke Bulog, Ini Alasannya . . .

0
1253


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SINGOJURUH – Sejumlah petani mengeluhkan datangnya 20 ribu ton beras impor yang turun di Pelabuhan Tanjungwangi pada Kamis (22/2) lalu. Sebab, kedatangan beras asal Vitenam itu membuat harga gabah milik petani yang kini mulai panen bisa turun.

Para petani menyebut kebutuhan beras yang cukup besar itu sebenarnya bisa diatasi, dan tidak perlu impor beras. Dengan datangnya beras impor, para petani enggan menjual gabahnya ke Bulog.

“Saya jual langsung ke tengkulak dan pabrik penggilingan padi,” ujar Hariyanto, 48, petani asal Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Suhariyanto mengatakan, sebagian besar petani sekarang lebih senang menjual ke tengkulak. Itu dilakukan karena harga tengkulak relatif lebih mahal ketimbang harga yang ditawarkan ke Bulog. Apalagi, biaya ongkos angkut sudah ditanggung oleh tengkulak. “Kita hanya tinggal telepon dan menerima uangnya,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last