Polisi akan Panggil Kiai Kembar

0
918

polisiTerkait Keberadaan Puluhan Imigran Gelap


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Aparat Polres Banyuwangi masih terus mengembangkan kasus puluhan imigran gelap etnis Rohingnya asal Myanmar hingga kemarin (14/4). Dalam waktu dekat, petugas akan memintai keterangan Kiai Kembar pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Qodiri dari Dusun Seneposari, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Sebab, puluhan imigran ilegal tersebut pernah menetap di ponpes tersebut selama beberapa hari.

Sementara itu, empat warga yang diduga sebagai cukong dan ditangkap saat menginap di salah satu hotel di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, masih terus menjalani pemeriksaan hingga kemarin (14/4). “Semua (empat orang) masih ada di polres, dan masih diperiksa,” cetus Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Bagus Ikhwan Christian. Keempat warga itu Iryanto Yahya Saka, 51, asal Desa Bani Boi, Kecamatan Kelapa Lima, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT); Hevy Aloe, 32, Pengalasan 6, Denpasar, Bali; Nur Hati Syafi i, 38, Perum Padang Lestari, Krobogan, Kuta, Bali; dan Maya Malinda, 34, asal Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara. “Yang kita tetapkan sebagai tersangka baru satu,” jelasnya.

Kasatreskrim Bagus menyebut, dari empat warga tersebut, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Iryanto Yahya Saka. Lelaki itu diduga sebagai otak pelarian puluhan imigran ilegal itu hingga sampai ke Banyuwangi. “Kasus ini akan kita proses di Banyuwangi,” cetusnya. Ditanya kemungkinan akan ada tersangka lain, Kasatreskrim Bagus menyebut, kemungkinan itu bisa saja terjadi Yang pasti, penyidik masih akan melanjutkan pemeriksaan pada sejumlah saksi. “Kami masih memfokuskan pemeriksaan pada sejumlah saksi,” ungkapnya.

Menurut AKP Bagus, KH Khoirudin dan KH Nurudin yang dikenal sebagai Kiai Kembar, rencananya juga akan diundang untuk memberikan keterangan. Sebab, pengasuh ponpes itu telah menampung puluhan imigran asal Myanmar tersebut. “Kiai Kembar termasuk nama yang akan segera kita panggil,” tegasnya. Pemanggilan Kiai Kembar ini, sebut Bagus, terkait pengakuan Iryanto yang sudah mengenal pada Kiai Kembar sejak sebulan lalu. Kepada polisi, Iryanto juga menyebut yang menyerahkan para imigran gelap ini pada Kiai Kembar tersebut.

Baca :
Seorang Pekerja Sabut Kelapa Tewas Terlindas Alat Berat Jenis Loader

Lanjutkan Membaca : 1 | 2