Prospek Pasar Unggas Lokal Menggiurkan

0
449

SEMPU – Setelah sekian lama “dijajah” varietas unggas luar negeri, kini para peternak yang tergabung dalam Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) bertekad menjadikan unggas lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Tentu saja, untuk mewujudkan tekad itu dibutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tekad tersebut terungkap dalam di alog Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpuli, Ade M. Zulkarnaen, ber sama beberapa kelompok peternak asal Banyuwangi Minggu (11/3) lalu. Pertemuan itu digelar di sekretariat kelompok peternak itik Mekar Sari, Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

Pertemuan tersebut membahas upaya penyelamatan beberapa varietas ayam asli Indonesia yang saat ini berada di ambang kepunahan. Di hadapan peserta dialog, Ade mengatakan bahwa selama ini perhatian pemerintah kepada para peternak unggas lokal sangat minim. Padahal, jumlah peternak unggas lokal, baik ayam maupun itik, diseluruh Indonesia mencapai 20,8 juta orang.

“Maka dari itu, Himpuli akan mendorong pemerintah peduli terhadap nasib para peternak unggas lokal yang jumlahnya mencapai jutaan orang tersebut,” cetusnya. Ade mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang telah memberikan perhatian lebih baik kepada peternak unggas lokal dibanding pemerintah daerah lain.

Loading...

Diakuinya, prospek pasar unggas lokal semakin hari semakin meningkat. “Saya tadi (Minggu pagi, Red) berpapasan dengan mobil pikap yang mengangkut ratusan ekor ayam kampung di wilayah Genteng. Setelah saya tanya, ternyata unggas itu berasal dari Jember. Jadi sayang, pasar yang besar di Banyuwangi malah dimanfaatkan peternak luar daerah,” jlentrehnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2