PSK Butuh Pendampingan Rohani

0
333

NU-Muhammadiyah Tegaskan Dukung Penutupan Lokalisasi


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG – Langkah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup sejum-lah lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) menuai dukungan dua organisasi massa Islam terbesar di Banyuwangi, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Melalui ketua masing-masing, kedua ormas Islam tersebut memberikan apresiasi terhadap penutupan lokalisasi prostitusi tersebut.

Apalagi, beberapa langkah persuasif terhadap para penghuni lokalisasi sudah diberikan sebelumnya oleh pihak Pemkab Banyuwangi. “Sikap Muhammadiyah jelas, yaitu mendukung pemkab melakukan penutupan lokalisasi. Apalagi, solusi yang diberikan sudah cukup bagus,” tegas Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Suhadak As’ar y, kemarin.

Sekadar tahu, sebelum akhirnya melakukan penutupan sejumlah lokalisasi di beber-apa kecamatan, Pemkab Banyuwangi sudah mengambil kebijakan, yaitu melarang PSK dari luar daerah masuk ke lokalisasi Bumi Blambangan. Sehingga, akhir-akhir ini para PSK yang menghuni sejumlah lokalisasi di beberapa kecamatan adalah warga asli Banyuwangi. Selain rutin melakukan cek kesehatan, mereka juga diberi bekal keterampilan dan modal untuk bekerja secara normal di tengah masyarakat.

Loading...

Hanya saja, lanjut Suhadak, pemberian bekal keterampilan dan modal saja tidak cukup. Mereka juga harus diberi tambahan pembekalan rohani. “Bekal rohani juga penting, dan Muhammadiyah siap apabila memang dibutuhkan memberikan pendampingan rohani kepada PSK dan Mucikari,” tandasnya. Hal sama juga disampaikan Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi, H. Masykur Ali. Menurutnya, langkah Pemkab tersebut patut didukung semua pihak, termasuk warga Nahdliyin.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2