Puluhan Arsitek Berlomba Jadi Jawara Sayembara Geopark Nasional Banyuwangi

0
317
Foto: detik

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar sayembara desain arsitektur untuk bangunan Pusat Informasi Pariwisata Geopark Nasional Banyuwangi (GNB).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari detikcom, sambutan antusias para arsitek seluruh nusantara sangat tinggi, bahkan ada yang dari Singapura. Tak hanya itu, seluruh arsitektur yang mereka desain mengangkat kekhasan budaya lokal Banyuwangi.

“Di setiap ruang publik di Banyuwangi, memang kami wajibkan mengangkat kekhasan budaya lokal. Itu bisa kita lihat dari bandara, pendopo, taman-taman, hotel, destinasi, sampai kampus dan puskesmas. Termasuk untuk pusat informasi geopark Banyuwangi ini, yang ternyata disambut antusias oleh para arsitek,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (3/7/2019).

Setelah melihat karya para arsitek yang mengikuti sayembara tersebut, Bupati Anas mengaku sangat terkesan. Unsur kebudayaan yang diangkat terasa kental, namun tetap terlihat moderen. Para arsitek ada yang mengangkat tema Alunan Osing, Umyah Puthuk, dan Tumpeng Sewu.

“Semua itu mencerminkan kebudayaan khas yang memperkuat identitas kebanyuwangian. Material yang diajukan pun rata-rata menggunakan bahan lokal, seperti bambu dan bebatuan,” papar Bupati Anas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Banyuwangi Raih 5 Penghargaan dalam Anugerah Wisata Jawa Timur 2019