Rakyat Banyuwangi Berdoa Untuk NKRI

0
930


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Nuansa religius mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-245. Puncaknya, belasan ribu orang tumplek blek di Stadion Diponegoro Selasa malam (20/12) lalu. Warga yang berasal dari seantero pelosok Bumi Blambangan berkumpul dan membaca selawat secara berjamaah untuk keselamatan bangsa Indonesia.

Ulama kharismatik, Habib Syach bin Abdul  Kadir Assegaf memimpin langsung selawat masal bertajuk “Banyuwangi Bersholawat untuk Bangsa” tersebut. Bukan hanya rakyat umum, kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi pun ikut ambil bagian  pada ajang selawatan pada malam puncak peringatan Harjaba kali ini.

Banyaknya jamaah yang datang membuat pemandangan di Stadion Diponegoro layaknya lautan manusia. Bahkan, sejak Selasa sore warga mulai berbondong-bondong  datang ke stadion kebanggaan masyarakat Banyuwangi terebut. Sesaat sebelum acara dibuka, Bupati Abdullah Azwar Anas mengajak hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia  Raya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi ini juga mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar Bangsa Indonesia semakin tenteram dan sejahtera. “Kita bersama-sama berdoa dan berselawat untuk Bangsa Indonesia. Semoga senantiasa  diberikan ketenteraman dan kesejahteraan  di bawah Undang-Undang Dasar (UUD 1945)  dan konsep final Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI),” serunya.

Selain mendoakan ketenteraman dan kesejahteraan Bangsa Indonesia, melalui selawat dan doa bersama diharapkan diharapkan Banyuwangi akan mampu menjawab tantangan yang bakal dihadapi tahun depan.

“Tantangan tahun depan semakin berat. Namun sesulit apa pun  tantangan yang akan datang, bukan berarti  tidak ada jalan keluarnya. Dengan berdoa dan  berselawat bersama akan semakin memudahkan ikhtiar Banyuwangi dalam menyelesaikan tantangan yang datang,” ujarnya saat membuka Banyuwangi Bersholawat untuk Bangsa yang sekaligus digelar untuk memeriahkan Maulid nabi Muhammad SAW tersebut.

Sementara itu, Habib Syech seolah mampu “menyihir” belasan ribu warga yang memadati Stadion Diponegoro dengan lantunan selawat. Warga umum dan kalangan “Syecher  Mania”–sebutan anggota komunitas pencinta selawat Habib Syech tampak larut dalam  suasana.

Mereka kompak mengikuti selawat yang dipimpin ulama kharismatik tersebut. Habib Syech juga mendoakan kemajuan Banyuwangi. “Semoga Banyuwangi semakin maju, pemimpinnya diberikan kekuatan dan rakyatnya diberikan kesejahteraan,” harap pemimpin grup selawat Ahbabul Musthofa itu.

Selain berdoa dan berselawat, belasan ribu warga tersebut juga menyanyikan lagu-lagu religi. Bukan itu saja, sebagai ungkapan kecintaan terhadap tanah air, mereka pun bernuansa Nasionalisme, seperti lagu “Merah  Putih” dan “Tanah Airku”.

Uniknya, lagu-lagu  tersebut, dinyanyikan dengan iringan rebana. Di ujung acara, semua hadirin menyanyikan lagu “Garuda Pancasila”. Semua pengunjung  yang memadati Stadion Diponegoro serentak  menyanyikan salah satu lagu kebangsaan tersebut seraya berdiri. (radar)

Loading...

Baca Juga :