Ramai-Ramai Makan Nasi Karak di Atas Perahu

0
449
PRIHATIN: Nelayan Muncar menyantap nasi karak di atas perahu kemarin.

Perayaan Hari Nelayan Nasional diperingati dengan makan nasi karak (nasi aking). Itu dilakukan oleh nelayan Muncar kemarin (12/4). Mereka pun ramai-ramai makan nasi karak di atas perahu.
-SIGIT HARIYADI, Muncar-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MAKAN bareng nasi karak merupakan gambaran betapa sulitnya kehidupan nelayan di kawasan perairan penghasil ikan terbesar nomor dua nasional tersebut. Acara yang dikemas dengan doa bersama 100 anak yatim piatu dan para kiai se-Kecamatan Muncar itu digagas komunitas Muncar Discussion Club (MDC).

Kabar positifnya, di tengah perekonomian yang semakin sulit, para nelayan masih menyisihkan rezeki yang mereka dapat untuk dibagikan kepada anak-anak yatim piatu di sekitar tempat tinggal mereka. Ketua panitia peringatan Hari Nelayan Nasional, Umar Hasan Zein mengatakan, semakin tahun kehidupan nelayan Muncar semakin sulit. Dari waktu ke waktu, hasil tangkapan mereka semakin turun.

Ditambah lagi, para nelayan dikejutkan dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya solar, yang sehari-hari mereka gunakan sebagai bahan bakar perahu. Kesulitan lain yang juga dihadapi nelayan Muncar adalah semakin canggihnya alat tangkap ikan.

Loading...

Terlebih, saat ini di Muncar sedang ber-langsung pembangunan proyek minapolitan. “Jika proyek tersebut rampung, alat tangkap nelayan harus semakin canggih. Jika tidak, mereka akan kalah bersaing de-ngan nelayan yang menggunakan peralatan modern. Jadi, sebenarnya masyarakat Muncar belum butuh proyek minapolitan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2