BANYUWANGI, KOMPAS.com – Seorang tukang becak bernama Sukadi (61), asal Desa Labanasem, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur mengungkapkan kesulitannya mengendalikan kemudi becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Sukadi mengatakan bahwa ia cukup sukar beradaptasi membelokkan becak listrik saat mengikuti uji coba di Gedung Korpri Banyuwangi, Selasa (20/1/2026).
“Tadi agak susah saat harus belok,” kata Sukadi.
Sukadi mengungkapkan bahwa selama ini ia belum berpengalaman mengendarai kendaraan listrik jenis apapun, termasuk sepeda listrik roda dua.
Baca juga: Mengetes Fitur Becak Listrik Bantuan Presiden: Ringan Disetir tapi…
Sukadi yang telah menjalani profesi sejak tahun 1980-an dan mangkal di sekitaran Pasar Rogojampi tersebut selama ini mengandalkan kayuhan kakinya dan kekuatan tangan dalam mengais rezeki.
Meski demikian, Sukadi merasa senang karena akan mendapat becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo, serta bisa melihat dan mengendarai secara langsung becak listrik yang nantinya akan ia miliki setelah pembagian yang direncanakan 24 Januari 2026.
“Saya tahu akan dapat sepeda listrik karena sudah didata. Sekitar dua bulan lalu, pihak desa sudah mendata,” kata dia.
Sukadi bercerita, ia telah menjalani pasang surut kehidupan sebagai tukang becak.
Baca juga: 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Tiba di Banyuwangi, Khusus untuk Pengayuh Lansia
Awal menjadi pengayuh becak, ia menyewa dari orang lain. Namun kini, ia sudah memiliki becak kayuh sendiri.
Pendapatan sebagai tukang becak terbilang tak menentu. Saat ramai, Sukadi bisa mengantongi uang Rp 45.000 setiap harinya. Sementara saat sepi, ia hanya mendapat sekitar Rp 20.000.
“Kadang juga tidak dapat sama sekali,” tuturnya.
Untuk diketahui, becak listrik yang dikirim ke Banyuwangi adalah produk buatan PT Pindad yang dilengkapi dengan kanopi, spion, lampu dan sadel serta tempat duduk penumpang yang nyaman.
Becak listrik juga dilengkapi motor penggerak dengan baterai yang diklaim mampu menjalankan kendaraan dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer (km).
Baca juga: Uji Coba Becak Listrik Prabowo di Banyuwangi, Ada yang Tiba-tiba Ngebut karena Panik
Perwakilan Gerakan Sosial Nasional (GSN), yang ditunjuk untuk menyalurkan moda transportasi tersebut kepada para tukang becak mengatakan bahwa mekanisme becak listrik ini cukup sederhana.
Perawatannya mudah dan dayanya bisa diisi di tempat pengisian daya yang ada di rumah. Perawatan rutin juga bisa dilakukan di mekanik yang ada di Banyuwangi.
“Jika terjadi trouble selama masa garansi 1 tahun, kami akan mengupayakan pendampingan dan penanganan dari pihak kami,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang






