Beranda Hukum Rambut Petal Lapor Polisi

Rambut Petal Lapor Polisi

0
1378
LAPORAN: Lukman menunjukkan kepala Rendi yang petal di Mapolres Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Tidak terima anaknya dicukur gurunya hingga petal, Lukman Hakim, 38, warga Dusun Sumberejo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, mendatangi Polres Banyuwangi kemarin (23/4). Wali murid itu melaporkan oknum guru tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dengan mengajak anaknya, Rendi Setiawan, 9, yang masih kelas III SDN 3 Wringinagung, Lukman menunjukkan kondisi rambut anaknya dicukur hingga petak. “Dicukur gurunya dengan silet, dan silet itu melukai kepalanya hingga banyak mengeluarkan darah,” jelas Lukman Hakim.

Di hadapan Kepala Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Banyuwangi, Aiptu Iskandar , Lukman membeberkan kejadian yang menimpa anaknya. Pencukuran itu terjadi di sekolah pada Jumat lalu (20/4). “Saya tahu pada Jumat malam, karena selama di rumah rambutnya ditutupi terus,” jelas Lukman.

Dari pengakuan Rendi, saat itu gurunya mencukur enam siswa. Selain dirinya, ada lima teman yang juga dicukur rambutnya, yakni Rizal, Iqbal, Rezi, Miko, dan Aldi. “Guru mencukur rambut kami karena dianggap panjang,” jelas bocah tersebut. Dari enam siswa SD yang dicukur rambutnya, hanya kepala Rendi yang terluka.

Loading...

Melihat ada darah karena tersayat silet, Rendi langsung diberi uang Rp 50 ribu oleh gurunya. “Mungkin gurunya merasa bersalah, lalu memberi uang Rp 50 ribu,” sebut Lukman. Kasus yang menimpa anaknya itu, jelas Lukman, sudah dilaporkan ke Polsek Gambiran Sabtu pagi lalu (21/4).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!