Rayakan Imlek, Banyuwangi Gelar Malam Budaya Tionghoa

0
1043

Meski di Banyuwangi banyak etnis,  budaya, dan agama, namun tidak pernah ada polemik. “Banyuwangi adalah daerah aman dan damai sehingga tidak pernah ada konl ik antar umat,” ujarnya. Anas mengatakan, perayaan Imlek ini juga sebagai penguatan bersama warga  Tionghoa dalam membangun Banyuwangi.

Warga Tionghoa dan kelompok  masyarakat lain harus kompak bersama  pemerintah dalam membantu penyelesaian permasalahan kemasyarakatan,  seperti problem siswa putus sekolah  dan warga miskin. ”Jumlah anak yang  putus sekolah tercatat ada lima ribu lebih anak. Sekarang tersisa tinggal 93 anak yang belum teratasi. Capaian iniakan lebih hebat lagi jika warga Tionghoa ikut keroyokan terlibat bersama  pemerintah,” katanya.

Demikian pula untuk pekerjaan rumah lain seperti peningkatan kualitas sanitasi warga, juga akan lebih mudah diselesaikan jika semua bergandengan tangan,  termasuk warga Tionghoa. Suasana jelang Imlek mengingatkan pada sosok  Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid  alias Gus Dur.

Gus Dur merupakan tokoh yang memiliki peran besar memberi ruang bagi upaya saling menghargai dalam perbedaan. Gus Dur pula yang berinisiatif  membuka ruang ekspresi kebudayaan bagi warga Tionghoa.

“Budaya Tionghoa pada masa beliau menjabat presiden di beri ruang yang luas. Beliau adalah tokoh  besar sekaligus ulama yang menjunjung tinggi toleransi. Karena itu, dalam peringatan semacam ini, kita harus berterima kasih kepada Almarhum Gus Dur,” kata Anas. (radar)

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Warga Kaligondo Ditemukan Tewas di Sawah