Rusak Berat, Ruang Kelas SDN 2 Sepanjang Terpaksa Dikosongkan

0
591

siswa-sdn-2-sepanjang-bermain-kelereng-di-depan-gedung-sekolahnya-yang-rusak-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Demi Keamanan dan Keselamatan Ratusan Siswa

GLENMORE – Kondisi bangunan SDN 2 Sepanjang, Kecamatan Glenmore, ini sangat mengenaskan. Gedung dengan tiga ruang belajar itu, sejak dua  tahun terakhir terpaksa dikosongkan karena sudah rusak berat. Gedung sekolah yang berada di Jalan Patimura, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, gentingnya banyak yang merothol.

Rangka atap dan sejumlah kayu pada bangunan itu sudah banyak yang patah. Bukan hanya itu, plafon di sana sini pada jebol. “Rusak sudah lama,” terang Kepala SDN 2 Sepanjang, Tukiran Iboni. Menurut Tukiran, dari tiga  ruang yang ada di gedung itu,  hanya satu ruang saja yang masih difungsikan untuk kegiatan  belajar dan mengajar. Sedang dua ruang lainnya, terpaksa dikosongkan karena membahayakan.

“Gedung itu terakhir diperbaiki pada tahun 1996, setelah itu belum pernah lagi,” katanya. Tukiran mengaku sudah berusaha untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi. Bahkan, pernah menemui langsung Kepala Dinas  Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono.

“Sudah sering mengajukan perbaikan, tapi sampai sekarang tetap belum ada perbaikan,” ujarnya. Atas pertimbangan keselamatan dan desakan dari para wali murid, terang dia, sejak dua  tahun terakhir dua ruang yang rusak itu tidak lagi digunakan. Selama ini, para wali murid sering  menanyakan kapan pembangunan sekolahan dimulai.

“Wali murid Tanya terus, saya juga bingung,” ungkapnya.  Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono, saat dikonfirmasi mengenai kondisi bangunan  SDN 2 Sepanjang itu dengan  tegas mengatakan kalau sekolah  itu telah mendapatkan bantuan untuk perbaikan.

“Itu dapat per tahunnya,” katanya. Sulihtiyono menyampaikan, pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan, termasuk mengenai bantuan yang pernah diberikan. “Nanti kita cek, kalau ada penyimpangan di mana,” ungkapnya.(radar)

Loading...

Baca Juga :