Sampah Masih Menjadi Masalah Pesantren

0
168

sampahBANYUWANGI-Salah satu kategori lomba gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih (BHB) tahun 2014 adalah kategori pesantren berseri. Lomba ini bertujuan menciptakan lingkungan pondok pesantren yang bersih,hijau nyaman, dan tertata baik. Untuk menciptakan tujuan itu, diperlukan kepedulian dan kerjasama seluruh warga pondok pesantren agar memperhatikan lingkungan sekitar agar terjaga dengan baik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu faktor pendukung dalam proses belajar mengajar adalah lingkungan yang bersih, rapi dan nyaman sehingga proses belajar mengajar di pondok pesantren dapat berjalan dengan baik. Pesantren juga dituntut memiliki sarana dan prasarana kebersiha untuk menunjang kebersihan lingkungan pondok. Selain menata dan menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren, juga perlu dilakukan pengolahan sampah yang baik dan benar. 

Loading...

Pesantren juga memiliki kewajiban menyiapkan dua jenis tempat sampah basah dan kering. Anggota Tim juri BHB, Ramang Rakasiwi mengatakan, pengolahan sampah masih menjadi permasalahan utama di pondok pesantrem. Di beberapa lokasi penilaiaan, masih ditemukan pembuangan sampah kering dan basah dalam satu tempat. “Kami sarankan pondok pesantren bisa memilah dan mengolah sampah dengan baik dengan memisahkan sampah basah dan kering, lebih bagus lagi jika ada Bank Sampahnya” jelas Ramang.

Menurut Ramang, sampah basah bisa diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah kering dapat dijadikan bahan kerajinan bermanfaat yang memiliki nilai jual. Walau belum semuanya, namun sudah ada pesantren yangmemanfaatkan limbah organik dari kotoran ternak sapi dan kambing jadi kompos. “Prosesnya belum optimal, namun ini merupakan langkah yang bagus“ kata Ramang.  

Ramang berpesan bagi pondok pesantren yang memiliki lahan kosong dan luas, bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk ditanami tanaman bermanfaat misalnya mangga, buah naga, dan tanaman lainnya. “Langkah ini bisa dilakukan karena memiliki nilai eknomi untuk menopang kebutuhan pondok,“ tutur Ramang. Ramang menambahkan sarana dan pra sarana pondok pesantren seperti kamar mandi dan kamar tidur agar diperhatikan dengan baik. “Jaga kebersihan dan keindahannya, agar terjagabaik sehingga tidak terlihat kumuh dan kotor” saran Ramang. (radar)

Loading...