sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menyambut bulan suci Ramadan, petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Banyuwangi menggelar kerja bakti membersihkan Masjid Nurul Yasin Fatimah, Selasa (17/2).
Masjid yang berada tak jauh dari lembaga pemasyarakatan di Jalan Letkol Istiqlah tersebut menjadi sasaran kegiatan sosial dalam rangka menyambut bulan penuh berkah.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program asimilasi yang dijalankan WBP di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi.
Melalui program tersebut, warga binaan diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian.
Sejak pagi, para WBP bersama petugas tampak kompak membersihkan area dalam masjid, halaman, hingga fasilitas tempat wudu.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat sekitar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar persiapan fisik rumah ibadah menjelang Ramadan.
Lebih dari itu, kerja bakti tersebut menjadi sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai tanggung jawab sosial bagi warga binaan.
“Kami ingin warga binaan memiliki semangat baru dalam menyambut Ramadan. Melalui kegiatan ini, mereka diajak untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar SAE Paswangi,” ujarnya.
Menurut Wayan, pembersihan dilakukan secara detail. Mulai dari menyapu dan mengepel lantai utama masjid, membersihkan debu pada langit-langit, hingga merapikan serta menata area luar agar tampak lebih asri dan nyaman bagi jamaah.
Selain menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan suci, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antara pihak lapas dan masyarakat sekitar.
Interaksi langsung ini menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.
“Masyarakat diharapkan dapat melihat sisi positif dari proses pembinaan yang dijalankan di SAE Paswangi, di mana warga binaan dipersiapkan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat,” ungkapnya.
Program asimilasi di SAE Paswangi sendiri dirancang untuk memberikan ruang pembelajaran praktik nyata di tengah masyarakat.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menyambut bulan suci Ramadan, petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Banyuwangi menggelar kerja bakti membersihkan Masjid Nurul Yasin Fatimah, Selasa (17/2).
Masjid yang berada tak jauh dari lembaga pemasyarakatan di Jalan Letkol Istiqlah tersebut menjadi sasaran kegiatan sosial dalam rangka menyambut bulan penuh berkah.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program asimilasi yang dijalankan WBP di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi.
Melalui program tersebut, warga binaan diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian.
Sejak pagi, para WBP bersama petugas tampak kompak membersihkan area dalam masjid, halaman, hingga fasilitas tempat wudu.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat sekitar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar persiapan fisik rumah ibadah menjelang Ramadan.
Lebih dari itu, kerja bakti tersebut menjadi sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai tanggung jawab sosial bagi warga binaan.
“Kami ingin warga binaan memiliki semangat baru dalam menyambut Ramadan. Melalui kegiatan ini, mereka diajak untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar SAE Paswangi,” ujarnya.
Menurut Wayan, pembersihan dilakukan secara detail. Mulai dari menyapu dan mengepel lantai utama masjid, membersihkan debu pada langit-langit, hingga merapikan serta menata area luar agar tampak lebih asri dan nyaman bagi jamaah.
Selain menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan suci, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antara pihak lapas dan masyarakat sekitar.
Interaksi langsung ini menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.
“Masyarakat diharapkan dapat melihat sisi positif dari proses pembinaan yang dijalankan di SAE Paswangi, di mana warga binaan dipersiapkan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat,” ungkapnya.
Program asimilasi di SAE Paswangi sendiri dirancang untuk memberikan ruang pembelajaran praktik nyata di tengah masyarakat.








