sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Banyuwangi dilakukan di Pantai Pancur, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Selasa sore (17/2).
Namun, proses observasi tidak membuahkan hasil lantaran hilal tidak terlihat akibat tertutup mendung dan kabut tipis di ufuk barat.
Tim rukyatul hilal terdiri dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, serta tim dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di Banyuwangi, mahasiswa, hingga warga sekitar.
Ketua LFNU PCNU Banyuwangi, Ghufron Mustofa, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal memang belum memenuhi kriteria visibilitas.
“Berdasarkan perhitungan metode ephemeris di Pantai Pancur, ijtima’ atau konjungsi terjadi pada pukul 19.01 WIB, sementara matahari terbenam pada pukul 17.47 WIB,” ujarnya.
Hilal Masih Minus di Bawah Ufuk
Dari data hisab yang dihimpun tim falakiyah, tinggi hilal hakiki tercatat minus 1 derajat 02 menit 33 detik.
Sementara tinggi hilal mar’i (terlihat) berada di posisi minus 1 derajat 22 menit 31 detik.
“Artinya, posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam,” terang Ghufron.
Selain itu, elongasi atau jarak sudut antara matahari dan bulan baru mencapai 1 derajat 9 menit.
Angka tersebut masih jauh dari ketentuan kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) tahun 2021.
Dalam kriteria MABIMS 2021, awal bulan Hijriah dapat ditetapkan apabila tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Dengan ketinggian hilal yang masih minus dan elongasi yang belum mencapai batas minimal, maka secara astronomis hilal belum memenuhi standar visibilitas.
“Dengan kondisi tersebut, secara astronomis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS. Ditambah lagi, kondisi cuaca mendung dan kabut menjadi penghalang proses rukyatul hilal,” jelasnya.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Banyuwangi dilakukan di Pantai Pancur, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Selasa sore (17/2).
Namun, proses observasi tidak membuahkan hasil lantaran hilal tidak terlihat akibat tertutup mendung dan kabut tipis di ufuk barat.
Tim rukyatul hilal terdiri dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, serta tim dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di Banyuwangi, mahasiswa, hingga warga sekitar.
Ketua LFNU PCNU Banyuwangi, Ghufron Mustofa, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal memang belum memenuhi kriteria visibilitas.
“Berdasarkan perhitungan metode ephemeris di Pantai Pancur, ijtima’ atau konjungsi terjadi pada pukul 19.01 WIB, sementara matahari terbenam pada pukul 17.47 WIB,” ujarnya.
Hilal Masih Minus di Bawah Ufuk
Dari data hisab yang dihimpun tim falakiyah, tinggi hilal hakiki tercatat minus 1 derajat 02 menit 33 detik.
Sementara tinggi hilal mar’i (terlihat) berada di posisi minus 1 derajat 22 menit 31 detik.
“Artinya, posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam,” terang Ghufron.
Selain itu, elongasi atau jarak sudut antara matahari dan bulan baru mencapai 1 derajat 9 menit.
Angka tersebut masih jauh dari ketentuan kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) tahun 2021.
Dalam kriteria MABIMS 2021, awal bulan Hijriah dapat ditetapkan apabila tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Dengan ketinggian hilal yang masih minus dan elongasi yang belum mencapai batas minimal, maka secara astronomis hilal belum memenuhi standar visibilitas.
“Dengan kondisi tersebut, secara astronomis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS. Ditambah lagi, kondisi cuaca mendung dan kabut menjadi penghalang proses rukyatul hilal,” jelasnya.







