Satu Bulan Ditarget Rp 10 Miliar

0
454

Dispenda Pacu Peningkatan PAD

BANYUWANGI – Pada triwulan pertama tahun anggaran 2012, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) telah mencapai 10,95 persen. Nilainya sekitar Rp 15,47 miliar dari target Rp 119 miliar. Tahun 2011 lalu penerimaan PAD melampaui target, yaitu Rp 112 miliar. Padahal, targetnya
hanya Rp 106 miliar.

Penerimaan PAD pada triwulan pertama itu lebih tinggi daripada tahun 2011 pada periode yang sama. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Banyuwangi menargetkan penerimaan PAD lebih tinggi daripada tahun 2011. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispenda, Suyanto Waspo Tondo W., mengatakan bahwa keberhasilan target PAD tahun 2011 berkat pendapatan retribusi daerah dan pajak daerah.

Sumbernya dari pajak hotel, restoran, taman hiburan, reklame, parkir, dan pajak penerangan jalan. Untuk mencapai target tahun 2012, Dispenda terus mendongrak kinerja demi mengintensifkan sumber-sumber pendapatan tersebut. Pejabat yang akrab dipanggil Yayan itu menambahkan, selain mencari sumber pendapatan baru, pihaknya juga selalu menagih para wajib pajak agar bayar pajak tepat waktu.

Supaya bisa mencapai target, dalam sebulan penerimaan PAD ditargetkan Rp 10 miliar. Dispenda juga diminta mengintensifkan para wajib pajak. Caranya, melakukan pendataan wajib pajak baru. Pendataan itu bertujuan agar wajib pajak yang belum membayar kewajibannya bisa terlacak.

 Selain itu, Dispenda juga melakukan konsolidasi ke dalam. Usaha itu sebagai upaya meminimalkan kebocoran pajak di internal Dispenda pada proses penagihan. Inovasi lain, lanjut dia, dengan cara jemput bola, yakni terjun ke lapangan menggunakan mobil keliling. Tujuannya, memberi kemudahan akses bagi para wajib pajak. “Kita mendatangi masyarakat di pusat-pusat keramaian.

Sambil sosialisasi tentang wajib pajak, mereka bisa memanfaatkan jasa kita tanpa harus datang ke kantor,” jelasnya. Dispenda juga memprogramkan pemberdayaan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di tingkat kecamatan guna meningkatkan PAD. Melalui UPTD tersebut, penerimaan PAD bisa digenjot lebih maksimal. “Kita sedang merancang program pelayanan terpadu pajak dan retribusi daerah yang disentralkan di satu kantor,” bebernya.

Baca :
Siap-siap, Denda Rp100 Juta Menanti Pelanggar Larangan Mudik 2021

Dalam waktu dekat, tambah Yayan, pelayanan terpadu segera di-launching. Dengan program itu, masyarakat tidak perlu mendatangi banyak kantor untuk membayar kewajiban pajak dan  distribusi. (radar)