SD Terpencil Disangoni Rp 25 Juta

0
386
UNTUK PRAKTIK: Isuzu Panther eks mobdin camat diserahkan ke beberapa SMK.
UNTUK PRAKTIK: Isuzu Panther eks mobdin camat diserahkan ke beberapa SMK.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) membawa berkah bagi SD di daerah terpencil dan guru tidak tetap (GTT). Mereka mendapat “bonus” spesial.
Seperti apa?
-A.F. ICHSAN RASYID, Banyuwangi-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BONUS dalam bentuk bantuan diberikan kepada sekolah dasar negeri (SDN) di daerah terpencil. Bantuan itu diberikan dalam rangka memacu pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Ketulusan dan kerja keras para guru yang bertugas di daerah terpencil perlu mendapat apresiasi pemkab.

Tahun ini Pemkab Banyuwangi memberikan bonus kepada tiga SDN di daerah terpencil sebesar Rp 75 juta. Uang Rp 75 juta itu diberikan kepada tiga SDN, sehingga masing-masing SDN mendapat bantuan Rp 25 juta. “Ini kita lakukan untuk memotivasi SD terpencil untuk meningkatkan pelayanan,” ujar Bupati Anas.

Loading...

Selain SD terpencil, Pemkab Banyuwangi juga mengucurkan insentif untuk GTT dan pegawai tidak tetap (PTT). Nilai insentif yang dicairkan mencapai Rp 5,963 miliar. Selama beberapa tahun, mereka tidak pernah menerima insentif apa pun, dan tahun ini semua GTT dan PTT menerima insentif. Bersamaan dengan upacara Hardiknas, Pemkab Banyuwangi melaunching program Siswa Asih Sebaya (SAS).

Program tersebut merupakan program inovasi pemerintah daerah untuk membiayai siswa yang tidak mampu dari non-APBD. Dana program SAS diperoleh dari bantuan siswa mampu dengan nilai yang tidak mengikat. Bantuan itu dikumpulkan masing-masing sekolah dan dikelola Dinas Pendidikan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2