Sebagian Penari ternyata Berasal dari Pesantren

0
903
MEMAKAI STOKING: Penari gandrung dengan kostum yang tertutup pada bagian pundak dan lengan.
MEMAKAI STOKING: Penari gandrung dengan kostum yang tertutup pada bagian pundak dan lengan.

Parade Gandrung Sewu yang berlangsung bulan lalu menyisakan sejumlah cerita unik. Dari seribu penari yang tampil di Pantai Boom, ternyata puluhan penari di antaranya berasal dari pesantren.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“ISUN gandrung, gandrungono.” Kalimat yang dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan “Saya gandrung, maka gandrungilah” itu membahana di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu sore itu (17/11). Sesaat kemudian, ribuan penari gandrung yang menari secara kolosal di atas hamparan pasir landai di pantai tersebut bergerak serentak meninggalkan lapangan pertunjukan.

Pertunjukan yang kali pertama digelar di Banyuwangi itu memang mengundang decak kagum puluhan ribu penonton yang berasal dari seantero Banyuwangi, luar daerah, hingga wisatawan mancanegara. Mereka mengelu-elukan gerakan yang begitu kompak dari 1.044 penari gandrung yang berasal dari kalangan siswa mulai tingkat SD hingga SMA/sederajat, dan mahasiswa se-Banyuwangi tersebut.

Namun, tak banyak yang tahu, ternyata dari ribuan penari gandrung itu, di antaranya berasal dari pesantren, yakni siswi SMK Darussalam Blokagung. Anda yang membaca tulisan ini mungkin heran atau bahkan tidak percaya bahwa seni gandrung sudah masuk ke pesantren. Bagaimana pun itulah kenyataannya. Seperti diungkapkan salah satu pencetus pergelaran Gandrung Sewu, drh. Budianto.

Dikatakan, begitu mendengar ada penjaringan siswa sekolah untuk menjadi penari gandrung dalam Parade Gandrung Sewu yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241, SMK Darussalam di Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, itu mengajukan diri mengirim wakil. Akhirnya, 20 siswa SMK yang berada satu kompleks dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Blokagung, tersebut terpilih menjadi talent dalam Parade Gandrung Sewu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last