Sebuah Catatan dari Negeri Syam

0
377
H.M. Riza Aziziy Hisyam Warga Banyuwangi, pernah tinggal di Jordania. Saat ini sedang ziarah ke Yaman.

CATATAN sederhana ini merefleksikan perjalanan yang saya lakukan sejak pertengahan 2008 ke sebuah negara di daratan Syam yang belum terlalu saya kenal, yaitu Jordania. Terasa asing memang mendengarkan nama negara ini, apalagi untuk tujuan belajar agama. Sebab kita lebih awam dengan negara-negara seperti Mesir, Yaman, Sudan, Syria, Maroko dan Libya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setidaknya, ada empat alasan yang mendorong saya untuk memilih Jordania. Pertama, saya bisa langsung mengambil program magister usai menyelesaikan program S1 di STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang, asuhan Dr. KH. Hasyim Muzadi. Artinya, ijazah lulusan program S1 di luar Jordania bisa disetarakan melalui program penyeteraan ijazah.

Ini menjadi perhatian saya. Sebab banyak negara khususnya Timur Tengah yang tidak menerapkan kebijakan serupa. Alhamdulillah, pada September 2008 saya bisa langsung masuk Program Magister Universitas Yarmouk jurusan Ekonomi dan Perbankan Syari’ah. Alasan kedua, sistem pendidikan di Jordania telah menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan yang berkembang dewasa ini dan didukung oleh kebijakan pemerintah yang pro pelajar dan pendidikan.

Jordania juga menawarkan banyak program studi. Bukan saja untuk belajar agama melainkan juga kedokteran, fisika, kimia, dan berbagai jurusan eksakta  ainnya. Alhasil, banyak pelajar dari kawasan Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah hingga Eropa Timur yang belajar di negara yang menjadi tempat terjadinya perang Mu’tah, Yarmouk, dan benteng perang pembebasan Masjidil Aqsa oleh Salahuddin al-Ayubi ini.

Alasan ketiga, stabilitas politik dan keamanan di Jordania sangat terkendali sekalipun dikelilingi oleh negara-negara yang rentan terhadap potensi konflik. Di sebelah utara berbatasan dengan Syria, di sebelah selatan berbatasan dengan Mesir, di sebelah tenggara berbatasan dengan Arab Saudi, di sebelah timur berbatasan dengan Irak, dan barat berdempetan langsung dengan Palestina-Israel. Tak heran, Jordania pun menjadi negara dengan jumlah pengungsi terbanyak di dunia akibat konflik yang kerap terjadi di negara tetangga.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last