Sehari 50 Pemohon Akta Online

0
911

BANYUWANGI – Program bayi lahir procot langsung dapat akta kelahiran yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi sedikit banyak mulai mendapat respons masyarakat. Jika awalnya banyak yang memilih mengurus langsung ke kantor Dispendukcapil, kali ini masyarakat justru memilih pengurusan akta secara online setelah kelahiran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi, Sudjani mengatakan, jika dibandingkan tahun sebelunmya, warga yang mengurus akta kelahiran baru di kantomya sudah berkurang. Apalagi, mereka yang mengurus biasanya memerlukan ongkos pulang-pergi, sehingga masyarakat lebih banyak memilih layanan akta kelahiran online.

Dengan estimasi angka kelahiran per hari 63-65 bayi, minimal ada 50 pemohon akta kelahiran yang saat ini diproses secara online. Sisanya masih melakukan secara manual dengan datang ke Dispendukcapil. “Tapi sekarang mereka langsung online.

Loading...

Soalnya ngurus ke kantor selain harus antre, kalau terlalu lama juga kena denda. Perbandingannya 80:20 persen.” beber Sudjani.  Yang harus dipersiapkan, lanjut dia, dalam mengurus akta kelahiran online adalah nama bayi dan beberapa dokumen.

Nama bayi itu yang sering dianggap repot bagi orang tua. Mereka yang tidak siap lebih memilih mengurus beberapa hari setelah kelahiran.  Untuk mengatasi tersebut, Sudjani menyatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyosialisasikan ke posyandu dan bidan terkait program akta kelahiran online itu.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2