Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Semprot Masal, Cegah Serangan Wereng

semprotROGOJAMPI – Para petani Desa Kaotan, Kecamatan Rogojampi, menggelar demo semprot tanaman padi menggunakan pestisida. Usaha tersebut bertujuan mencegah gagal panen. Para petani tampaknya tidak ingin gagal panen seperti musim panen sebelumnya. Saat itu, tanaman padi yang terhampar luas di desa tersebut rusak garagara wereng cokelat. Praktis, para petani gagal panen.

Tentu saja, mereka harus menanggung rugi besar garagara wereng tersebut. Wereng memang menjadi ancaman terbesar para petani. Sekadar tahu, waktu itu para petani di desa tersebut sebenarnya sudah membasmi tikus agar tidak gagal panen. Para petani kompak melakukan gropyokan tikus secara masal dengan obat pembasmi tikus. Namun, ternyata justru wereng yang menyerang hingga mengakibatkan gagal panen.

Ketua Himpunan Pemakai Air (HIPA) desa setempat, Zainal mengatakan, kegiatan tersebut memang sengaja dilakukan demi mencegah gagal panen. “Makanya, para petani di sini kompak semprot masal,” ujarnya. Dia mengurai, wereng cokelat sangat merusak tanaman padi dan sangat ganas. “Dalam semalam, tanaman padi bisa rusak,” terang Zainal kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dia menyebut, dari seperempat hektare lahan padi, para petani hanya mendapat 3 karung gabah.

Itu gara-gara serangan hama wereng cokelat yang ganas. ‘’Padahal, biasanya lahan padi 2.500 m2 itu bisa menghasilkan 12 karung gabah,” tandasnya. Oleh karena itu, para petani bertekad membasmi wereng agar tanaman padi mereka aman. Para petani sangat antusias dengan pestisida bantuan pemerintah. Penyuluh pertanian desa setempat, Fajriyah mengungkapkan, para petani di desanya sangat proaktif, sehingga pemerintah akan mudah memberikan bantuan. “Dengan proaktif, pemerintah juga akan cepat tanggap,” tandasnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE