Setengah Hari 3.000 Unit R2

0
120
PENUH: Pengendara motor keluar dari kapal di dermaga Pela-buhan Ketapang, Banyuwangi, kemarin.

KALIPURO- Meski puncak arus mudik Lebaran 2012 diprediksi terjadi mulai H-2, tapi kepadatan penumpang di Pelabuhan Ketapang sudah terasa kemarin (15/8). Pagi hingga sore kemarin, ribuan pemudik yang berasal dari Bali dan Lombok membanjiri Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pada hari-hari sebelumnya, pemudik memilih mudik pada malam hari. Sehingga, kepadatan penumpang di pelabuhan hanya terjadi pada malam dan pagi. Namun, sejak kemarin malam, pemudik terus mengalir dan tidak putus-putus. Pagi hingga sore, pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali ini diserbu pemudik yang akan pulang kampung ke daerah asal mereka masing-masing di Jawa.

Sebanyak 35 kapal penyeberangan yang sandar di dermaga selalu penuh penumpang dan kendaraan pemudik. Penumpang bersepeda motor masih mendominasi penumpang feri. Pemimpin Cabang PT. Indonesia Ferry (IF) Ketapang, Waspada Heruwanto, melalui Manager Operasional Saharuddin Koto mengungkapkan bahwa jumlah penumpang yang menyeberang sejak H-6 hingga siang kemarin sudah mencapai 62.521.

Dengan rincian, penumpang pejalan kaki menembus angka 47.375. Sehari sebelumnya hanya 35.577 orang. Penumpang berkendaraan roda dua (R2) pun meningkat dibanding hari sebelumnya. Sebelumnya hanya 7.467 unit dan kemarin menjadi 10.476. Oleh karena itu, dalam kurun waktu 14 jam ada penambahan jumlah kendaraan R2 sebanyak 3.000 unit motor.

Loading...

Sementara itu, peningkatan penumpang berkendaraan roda empat (R4), lanjut Saharuddin, belum terlalu signifikan, yaitu hanya sekitar 4.670 unit dari hari sebelumnya yang 4.123 unit. “Lonjakan penumpang kendaraan roda empat biasanya terjadi pada H-1 Lebaran,” katanya. Untuk mengantisipasi cuaca buruk di Selat Bali, PT. IF Ketapang menyiapkan tiga lokasi parkir cadangan.

Lokasi parkir cadangan itu dipersiapkan jika sewaktu-waktu terjadi penundaan pelayaran karena cuaca ekstrem. Lokasi parkir cadangan itu dipersiapkan untuk arus balik Lebaran. Sebab, pada Agustus dan September sering terjadi cuaca ekstrem yang bisa mengancam keselamatan pelayaran. Jika pelabuhan ditutup dan area parkir pelabuhan tidak mampu menampung kendaraan penumpang, maka seluruh penumpang akan diarahkan ke lokasi parkir cadangan.

Penumpang yang berasal dari arah utara, kata Saharuddin, parkir cadangan disiapkan di terminal bus Sri Tanjung. Penumpang yang berasal dari arah selatan, disediakan area parkir cadangan di lahan milik PT. IF di sebelah utara Hotel Banyuwangi Beach. “Dua area parkir cadangan itu masing-masing mampu menampung 3000 unit kendaraan,” tegasnya.

Area parkir cadangan disediakan untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu-lintas jika pelabuhan ditutup sementara. “Kami mohon pengertian dan kesabaran pengguna jasa jika sewaktu-waktu ada penundaan pelayaran yang disebabkan cuaca buruk. Penundaan itu demi keamanan dan kenyamanan pengguna jasa,” kata Saharuddin. Sementara itu, puluhan pemudik dengan tujuan Pulau Sapeken tidak berhasil terangkut semua kemarin.

Penyebabnya, kapasitas angkut kapal motor (KM) Sabuk Nusantara sudah terpenuhi. Jadi, tidak bisa mengangkut semua pe-mudik yang sudah telanjur datang ke Pelabuhan Tanjung Wangi kemarin. Kepala Syahbandar Tanjung Wangi, Sri Sukesi mengatakan, penumpang yang tidak terangkut dengan pelayaran reguler akan diangkut menggunakan kapal yang disediakan Pemprov Jatim. “Besok (hari ini, Red), program mudik gratis ke Pulau Sapeken akan diberangkatkan. Yang tidak terangkut hari ini bisa mengikuti pelayaran program mudik gratis itu,” katanya. (radar)

Loading...