Siswa Diktaifib Unjuk Kebolehan di Pantai Lampon

0
717


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PESANGGARAN- Sebanyak 32 siswa pendidikan intai amfibi (Diktaifib) angkatan 43, menunjukkan kebolehan dalam latihan  berganda di Pantai Lampon,  Desa/Kecamatan Pesanggaran  kemarin (10/3). Mereka menunjukkan ketangkasan di hadapan  Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan  Latihan, TNI AL, Laksamana Muda TNI I Gusti Putu Wijamahaadi, dan Wakil Komandan  Kodiklatal, Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang.

Para siswa itu memeragakan beberapa sesi dengan diawali  pendakian serbu menggunakan  senjata lengkap dengan memanjat tebing di Gua Kikik. Aksi  itu dilanjutkan dengan demonstrasi menjinakkan ranjau sebelum menuju pantai. Meski hanya simulasi, tapi terasa seperti sungguhan dengan ledakan yang terdengar berkali-kali.

Nyali dan ketangkasan para  peserta diktaifib itu terlihat  saat merayap untuk menyerbu pantai dengan disertai hujan peluru tajam atau dopper. Menariknya, dibandingkan dopper di kesatuan lain, dopper di latihan taifib ini para siswa  harus melakukan penembakan,  baik menggunakan senjata api  maupun panah.

Simulasi itu, diakhiri dengan renang dan  dayung menembus ganasnya  ombak di Laut Selatan.  Komadan Sekolah Khusus Marinir, Mayor Marinir Joko  Fitrianto, mengatakan latihan   ini meliputi banyak materi, di antaranya hell week, menembak senjata ringan, menembak senjata bantuan, tahap kelautan,  tahap komando hutan, tahap  intai amfibi, dan lintas medan  Banyuwangi-Surabaya.

“Mereka nanti akan linmed (lintas medan)  dari Banyuwangi menuju Surabaya dengan jalur Meru Betiri,  Bande Alit, dan Bromo,” jelasnya.  Dalam praktik dopper, terang dia, selain menerima serbuan  amunisi tajam, prajurit intai amfibi juga melakukan serangan menggunakan senjata api maupun senjata tradisional seperti panah dan kapak. Itu untuk  melatih siswa agar memiliki  keberanian di tengah desingan  peluru dan mampu melakukan  penyerangan kepada sasaran.

“Biar mereka terbiasa musuh samping dan musuh depan sekaligus menyerang,” jelasnya.  Dengan latihan ini, terang dia, diharapkan para siswa mampu melaksanakan tugas sebagai  badan pengumpul keterangan tentang musuh, medan, cuaca,  dan aspek hydrografi dalam  rangka mendukung pelaksanaan operasi amfibi dan operasi  khusus.

“Para siswa diharapkan bisa melaksanakan operasi tempur dan operasi khusus secara  perorangan dan tim,” katanya.  Sementara itu, Komandan Komando Pembinaan Doktrin,  Pendidikan dan Latihan TNI AL Laksamana Muda TNI I Gusti  Putu Wijamahaadi, mengaku  cukup bangga melihat latihan  yang ditunjukkan peserta diktaifib. Kapasitas taifib, itu pasukan khusus yang dimiliki TNI  AL.(radar)

Loading...