Siswi Korban Pembunuhan Ternyata Hamil

0
602

GAMBIRAN – Ada yang cukup mengejutkan dari hasil penyelidikan aparat terkait kasus pembunuhan Eka Yuliawati, 17, warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Siswi SMP yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sawah Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Gambiran, itu ternyata dalam kondisi hamil.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tak heran, spekulasi yang merebak menguatkan bahwa kasus pembunuhan itu bermotif asmara. Namun sayang, meskipun sudah memintai keterangan sejumlah saksi, polisi belum menemukan titik terang siapa pelaku pembunuhan sadis tersebut. “Belum ada tersangka. Kasus ini masih dalam lidik (penyelidikan, Red). Kami juga sudah memintai keterangan lima saksi,” ujar Kanitreskrim Polsek Gambiran, Ipda Bagio, kemarin (24/4).

Bagio membenarkan bahwa korban dalam kondisi hamil. Menurutnya, itu terungkap dalam otopsi yang dilakukan petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng. Namun, perwira yang satu itu mengaku belum bisa memastikan motif pembunuhan siswa kelas VIII di salah satu SMP swasta di Kecamatan Purwoharjo tersebut.

“Kalau ada perkembangan berarti, pasti akan kami kabari,” janjinya. Sementara itu, dikonfirmasi Senin siang lalu (23/4), seorang rekan sekolah korban mengungkapkan bahwa Eka memiliki kekasih yang beralamat di Bali. “Setahu saya, pacar Eka ya cuma anak Bali itu. Eka sebelumnya memang menetap di Bali. Di sekolah kami, dia merupakan siswa pindahan,” ujarnya.

Siswi yang satu itu mengungkapkan, sekitar sebulan terakhir Eka memang tidak masuk sekolah. Bahkan, pesan singkat (SMS) yang terakhir kali dia terima dari korban beberapa hari lalu mengatakan bahwa Eka divonis sakit liver oleh dokter. Dalam SMS itu, Eka juga mengatakan sepertinya umurnya tinggal menghitung hari.

“Tetapi, saya tidak tahu apa permasalahan yang menimpa Eka sebenarnya,” pungkasnya. Diberitakan kemarin, Eka ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di areal persawahan di Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Gambiran, Minggu (22/4) sekitar pukul 20.00. Kuat dugaan, dia merupakan korban pembunuhan lantaran saat ditemukan ada luka menganga di lehernya.

Luka cukup dalam sepanjang sekitar 20 centimeter (cm) itu diduga kuat akibat sabetan senjata tajam. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, jasad korban kali pertama ditemukan Giman, seorang penggembala bebek. Malam itu Giman berada di sawah tersebut untuk mengawasi bebeknya yang sengaja diinapkan di sebuah gubuk tidak jauh dari lokasi penemuan korban.

Tak ayal, Giman langsung memberitahukan apa yang dia lihat kepada warga sekitar. Seketika, kabar menghebohkan itu menyebar di seantero Desa Gambiran. Tak lama berselang, polisi datang ke tempat kejadian dan langsung melakukan penyelidikan. Kebetulan, Giman masih memiliki hubungan kerabat dengan Eka, sehingga polisi tidak kesulitan mengungkap identitas korban.

Sementara itu, sesaat seteladitemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Genteng untuk diotopsi. Pantauan wartawan koran ini, selain luka menganga di leher bagian belakang, di punggung korban juga ada luka yang juga diduga akibat sabetan sajam. (radar)

Loading...

APLIKASI PAYROLL HRD YANG SIMPEL DAN MUDAH

APLIKASI PAYROLL HRD YANG SIMPEL DAN MUDAH

Apakah anda pemilik usaha yang masih menggunakan manual (Excel) untuk perhitungan absensi, gaji, pajak, BPJS dan laporan?? Dan apakah Human…
05/24/2018
DKI Jakarta

Kata kunci yang digunakan :